Anda Mederita Migrain Kronis? Mungkin ini penyebabnya
Jika Anda menderita migrain kronis, a
da harapan untuk disembuhkan. Para peneliti dari Yuzuncu Yil University telah menemukan toksisitas logam berat sebagai penyebab migrain kronis. Detoksifikasi dan fortifikasi nutrisi potensial dalam menangani migrain kronis.
Pada penderita migrain umumnya terindikasi adanya kelainan metabolik yang membutuhkan pendekatan diet atau suplemen untuk penyembuhan. Sementara mengidentifikasi dan mengatasi berbagai pemicu sakit kepala migrain mampu memberikan bantuan sementara bagi banyak pasien. Pendekatan ini berfokus pada mengurangi gejala daripada berurusan dengan akar penyebab. Mencari indikator diagnostik metabolik, di sisi lain, menciptakan kerangka kerja untuk mengembangkan pendekatan penyembuhan yang komprehensif yang akan memberikan manfaat kesehatan yang tetap untuk penderita migrain.
Para peneliti dari Universitas Yuzuncu Yil tidak hanya mengembangkan alat diagnostik untuk melihat komposisi darah. Hipotesis mereka sebelumnya yang menduga bahwa penderita migrain mungkin menderita keracunan logam berat, kekurangan gizi, atau kombinasi keduanya, ternyata benar.
Tim peneliti melakukan studi kohort dengan mengumpulkan 50 pasien, 25 di antaranya telah didiagnosa menderita migrain kronis. Peneliti mengumpulkan sampel darah dari kedua kelompok dan melakukan analisis terhadap sampel ini menggunakan spektrofotometri serapan atom.
Tak satu pun dari peserta yang mengkonsumsi antioksidan atau suplemen multivitamin pada saat penelitian, mereka juga tidak merokok, mengkonsumsi alkohol, penyalahgunaan obat, atau menderita kondisi kesehatan seperti hati atau penyakit ginjal, penyakit jantung, atau peradangan kronis. Anggota kelompok migrain sebelumnya telah dirawat di rumah sakit untuk diagnosis dan pengobatan sesuai dengan pedoman yang ditetapkan oleh International Headache Society.
Setelah analisis, tim peneliti mengetahui bahwa orang-orang dalam kelompok migrain memiliki kadar logam berat dibandingkan dengan kelompok kontrol. Logam ini termasuk
kadmium, besi, timah dan mangan. Pada saat yang sama, kelompok migrain ditemukan mengalami kekurangan mineral bermanfaat, termasuk tembaga, magnesium dan seng.
Detoksifikasi logam berat dan suplementasi mineral bagi penderita migren sangat membantu.
Menjaga keseimbangan mineral yang tepat, yang meliputi “mikromineral” (mineral yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil) dan “makromineral” (mineral yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang lebih besar), sangat penting untuk kesehatan yang baik. Berdasarkan temuan penelitian ini, penderita migrain cenderung tidak hanya memiliki ketidakseimbangan mineral dan kekurangan tetapi juga tingkat kelebihan unsur berbahaya di dala
m tubuh mereka. Kelainan tersebut dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon, neurotoksisitas, atau dalam hal ini, sakit kepala menyiksa dalam bentuk migrain.
Tubuh manusia hanya membutuhkan mineral dalam jumlah yang tepat untuk melakukan fungsi yang diperlukan seperti metabolisme nutrisi dan pemecahan enzimatik, yang semuanya penting dalam mempertahankan homeostasis. Ketika tidak ada lagi keseimbangan, jaringan tubuh dapat meradang, menghasilkan sejumlah penyakit kronis.
Sumber : naturalnews
(rsh/bt)