Hipotiroidisme Dapat Menyebabkan Kekurangan Vitamin A
Hypothyroidism (hipotiroid) didiagnosis ketika kelenjar tiroid mengalami disfungsional sehingga tidak menghasilkan cukup hormon tiroid bagi tubuh untuk berfungsi dengan baik. Gejala hipotiroid yang sering dirasakan seperti penurunan berat badan, penurunan libido / disfungsi ereksi, tangan dan kaki dingin, sensitivitas terhadap dingin, penipisan rambut dan rontok, kehilangan sepertiga bagian luar alis, rasa nyeri pada otot dan jaringan ikat (bisa berat), kelemahan, kelelahan, masalah kognitif (memori buruk, konsentrasi yang buruk, berkabur), kulit kasar dan kering, ketidakteraturan menstruasi, dan sakit kepala.
Hipotiroid juga dapat berkontribusi terhadap gangguan kardiovaskular, tinnitus, vertigo, depresi, post partum depresi, PMS, infertilitas, perubahan payudara fibrokistik, sindrom ovarium polikistik, dan banyak lagi.
Salah satu alat diagnostik yang digunakan untuk mendiagnosa hipotiroidi adalah dengan tes suhu basal setelah bangun, yaitu sebelum bergerak, makan, minum, atau merokok. Suhu diambil di ketiak yang dilakukan selama 3-5 hari. Jika suhu rata-rata adalah 97,4 ini menjadi indikator kuat hipotiroid.
Alat diagnostik yang lain adalah melihat telapak tangan dan bagian bawah kaki. Jika Anda hipotiroid, warna telapak tangan dan bawah kaki agak oranye.
Hipotiroid mengganggu kemampuan tubuh untuk mencerna dan memanfaatkan beta karoten, yang diubah menjadi vitamin A dalam usus kecil dan di tempat lain dalam tubuh.
Vitamin A (retinol) adalah antioksidan yang sangat penting untuk penglihatan, sistem kekebalan tubuh, produksi sperma, dan jaringan kulit, saluran pernapasan, saluran pencernaan, genital dan sistem kemih, dan banyak lagi.
Cara terbaik yang bisa dilakukan adalah mengkonsumsi sayuran berwarna kuning dan oranye (ubi jalar, wortel, labu dll) untuk beta-karoten dan untuk menyembuhkan tiroid sehingga tidak mengganggu pencernaan dan penyerapan nutrisi penting ini.
Sumber : Natural News
(rsh/bt)