Kenali Gejala Malaria
Malaria adalah penyakit yang sudah tidak asing lagi didengar penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Anopheles betina ini merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang dapat menyebabkan kematian terutama pada kelompok resiko tinggi yaitu bayi, anak balita, dan ibu hamil. Di Indonesia pada tahun 2012 prevalensi penyakit malaria masih cukup tinggi yaitu mencapai 417.819 kasus positif, 70 persen kasus malaria terdapat di wilayah Indonesia Timur, terutama di Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Sulawesi dan Nusa Tenggara.
Bentuk nyamuk Anopheles mempunyai ciri khusus seperti bertubuh kecil dan pendek, berwarna coklat kehitaman, ketika hinggap di tubuh membentuk sudut 90 derajat, bentuk sayap simetris, dan berkembang didaerah rawa, air kotor, dan juga tumpukan sampah. Ketika menginfeksi tubuh, masa inkubasi terjadi sekitar 7-14 hari, pada awal gejala hampir mirip dengan flu sehingga banyak penderita yang tidak menyadari terinfeksi malaria. Gejala khas yang muncul yaitu demam tinggi disertai menggigil, berkeringat, sakit kepala, mual dan muntah. Jika malaria tidak ditangani secara tepat maka komplikasi bisa terjadi dan dapat menyebabkan kematian seperti anemia berat, gangguan paru-paru, gula darah rendah, pembengkakan otak sampai dengan kegagalan organ (ginjal dan hati).
Mengenali penyebab dan gejala malaria adalah salah satu bentuk untuk mencegah kematian akibat malaria, terutama bagi anda yang akan melakukan perjalanan ke daerah rawan malaria. Sedangkan bagi anda yang tidak tinggal didaerah endemik malaria sebaiknya tetaplah waspada pada gigitan nyamuk, jagalah kebersihan lingkungan anda serta menjaga daya tahan tubuh anda dengan mengkonsumsi makanan bergizi.
Sumber : mayoclinic, webMD, VOAindoneisa
(erl)
Baca juga :
Viagra Meningkatkan Risiko Kanker Kulit
Mengurangi Risiko Kerusakan Organ Jantung dan Otak pada Penderita Diabetes