16 Tanda Anda Mengidap HIV
Tepat pada tanggal 1 Desember 2013 seluruh dunia memperingati Hari AIDS Sedunia. HIV-AIDS merupakan penyakit yang sudah tidak asing lagi di dengar, penyakit yang menyerang sistem imun tubuh ini setidaknya sudah menginfeksi 68.927 orang di Indonesia pada tahun 2010. Pengetahuan tentang HIV sangatlah penting untuk mencegah penyebaran penularan HIV atau pun menekan virus HIV agar tidak berkembang dengan cepat menjadi AIDS.
“Pada tahap awal infeksi HIV, tidak ada gejala yang umum,” kata Michael Horberg, MD, direktur HIV / AIDS for Kaiser Permanente, di Oakland, California. Satu dari lima orang di Amerika Serikat dengan HIV tidak menyadari jika dirinya terinfeksi, itulah sebabnya mengapa begitu penting untuk melakukan pemeriksaan, khususnya bagi anda yang berperilaku seks bebas (tanpa kondom) lebih dari satu pasangan atau menggunakan obat-obatan intravena.
Sebagai acuan, setidaknya ada bebrapa tanda yang mungkin anda positive terinfeksi HIV :
-
Demam, disertai dengan gejala ringan lainnya seperti kelelahan, kelenjar getah bening, sakit tenggorokan dan sakit kepala. ” Pada titik ini virus bergerak ke dalam aliran darah dan mulai mereplikasi dalam jumlah besar , ” kata Carlos Malvestutto , MD , instruktur penyakit menular dan imunologi di departemen kedokteran di NYU School of Medicine di New York City”.
-
Keleleahan, yang disebabkan oleh respon inflamasi yang dihasilkan oleh sistem kekebalan tubuh yang dapat menjadi penanda awal HIV.
-
Otot pegal, nyeri sendi, pembengkakan kelenjar getah bening.
-
Ruam kulit dapat terjadi pada awal perjalanan dari HIV / AIDS.
-
Mual, muntah, diare. 30-60 % mengalami mual jangka pendek , muntah , atau diare pada tahap awal HIV.
-
Berat badan turun, yang menandakan melemahnya sistem kekebalan tubuh, “kata Dr Malvestutto.”
-
Batuk kering yang tak kungjung sembuh selama bermingu-minggu bahkan berbulan-bulan.
-
Pneumonia (radang paru-paru).
-
Berkeringat pada malam hari. Setengah dari penderita HIV akan mengeluarkan keringat pada malam hari.
-
Perubahan pada kuku, seperti clubbing ( penebalan dan melengkung kuku ), pemisahan kuku, atau perubahan warna ( garis hitam atau coklat baik secara vertikal maupun horizontal ) . Seringkali hal ini disebabkan infeksi jamur , seperti kandida . ” Pasien dengan sistem kekebalan tubuh rendah akan lebih rentan terhadap infeksi jamur , ” kata Dr Malvestutto . -
Infeksi jamur, umumnya jenis candida yang biasanya menyerang mulut.
-
Herpes genital, dapat menjadi tanda infeksi HIV stadium akhir.
-
Kesemutan, pada tangan dan kaki. Hal ini disebut neuropati perifer akibat syaraf yang benar-benar rusak.
-
Haid bermasalah. Penyakit HIV lanjut tampaknya meningkatkan risiko ketidakteraturan menstruasi, seperti periode yang lebih sedikit.
Sumber : health.com
(erl/bt)