You Are Here: Home » Warta Sehat » Umum » Penyakit Legionnaire.. apa itu?

Penyakit Legionnaire.. apa itu?

bakteri legionnaireNama penyakitnya memang tidak populer dan cenderung aneh terdengar di telinga orang Indonesia. Legionnaire menyerang beberapa orang di New York, sehingga CDC (The Centers for Disease Control and Prevention) perlu mewaspadai supaya tidak terjadi ledakan penyakit. Apa saja yang bisa diketahui tentang penyakit ini??

  1. Legionnaire (PG) merupakan bentuk penyakit pneumonia serius. Di Amerika, sekitar 8.000 sampai 18.000 orang dirawat di rumah sakit setiap tahun karena penyakit ini. Meski menular, namun penularan terjadi tidak antar sesama. Bakteri dari penderita Legionella menyebar melalui udara. Gejala muncul dua hari hingga dua minggu setelah seseorang terpapar. Gejala yang muncul umumnya meliputi: demam, batuk, menggigil, sakit otot, sakit kepala, kelelahan, bingung, kehilangan nafsu makan dan diare.

Menurut Dr. Hassan Bencheqroun dari Pacific Pulmonary Medical Group mengatakan bahwa bakteri sejenis pneumonia ini dapat menyerang penderita hingga parah. Namun demikian tidak semua orang bisa terserang. Beberapa faktor risiko yang dapat mengembangkan penyakit ini adalah usia diatas 50 tahun, memiliki kondisi paru-paru kronis (seperti asma atau emfisema), merokok, minum obat yang menekan sistem kekebalan tubuh dan memiliki penyakit yang menekan kekebalan tubuh.

  1. Bakteri dapat tumbuh dan berkembang di tangki air, spa dan sistem pendingin udara. PG hampir 90% nya dipengaruhi oleh bakteri Legionella pneumophila. Umumnya bakteri ini hidup di kondensor sistem pendingin udara, tangki air panas, spa pusaran air, menara pendingin, bahkan air mancur. Kadar bakteri yang rendah tidak akan menimbulkan penyakit. Yang terjadi pada kasus Bronx tahun 2015 karena bakteri berkembang pesat di menara pendingin.

  2. Dapat dibantu dengan antibiotik. Kematian akibat PG ini berkisar antara 5-30%. Beberapa pasien akan sembuh dengan antibiotik intravena dan hanya membutuhkan waktu beberapa hari, sementara yang lain mungkin perlu menghabiskan 10 hari sampai dua minggu di unit perawatan intensif. Sebagian besar orang ini memiliki jumlah peradangan yang luar biasa di lapisan paru-paru mereka, jadi tingkat oksigennya sangat rendah. Bisa jadi mereka membutuhkan oksigen atau jika perlu ventilator.

Sumber : time.com

(ast/bt)

About The Author

Situs Resmi Kesehatan, Gizi & Farmasi.

Number of Entries : 1904

Leave a Comment

Scroll to top