Usia Harapan Hidup Meningkat Pada Vegetarian di Bandingkan Mereka yang Gemar Makan Daging
Kontroversi daging bagi kesehatan dikalangan masyarakat meningkat tajam. Beberapa penelitian telah mengungkapkan hubungan konsumsi daging dengan dampak kesehatan yang buruk. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa orang yang menjalani vegetarian mempunyai usia harapan hidup empat tahun lebih lama dibanding orang pemakan daging.
Konsumsi setiap hari daging merah apalagi yang telah diproses dikaitkan dengan tingginya tingkat kematian. Investigasi yang dilakukan lebih dari 1,5 juta orang menyebutkan bahwa tingginya angka kematian dari semua penyebab terjadi pada mereka yang rutin konsumsi daging.
Dokter dari Mayo Clinic di Arizona menganalisis enam studi yang menunjukkan hubungan antara konsumsi daging, diet vegetarian dan kematian. Pada akhirnya mereka memberikan rekomendasi perlunya memberikan pembatasan produk hewani dan mengkonsumsi lebih banyak sayuran daripada daging.
Profesor Brookshield Laurent, dari the department of family medicine and clinical sciences at New York Institute of Technology College of Osteopathic Medicine, mengatakan: “Data ini memperkuat informasi mengenai diet sebelumnya yang menyebutkan bahwa diet mempunyai potensi besar untuk menciptakan penyakit atau menyembuhkan.
“Berdasarkan bukti klinis ini dapat membantu dokter dalam konseling pasien tentang peranan pola makan yang penting, yang menyebabkan peningkatan perawatan pencegahan, pertimbangan utama dalam filsafat osteopathic kedokteran.”
Para peneliti menyimpulkan bahwa daging olahan secara signifikan meningkatkan risiko semua penyebab kematian dengan kemungkinan berhubungan dengan penyakit kardiovaskular dan penyakit jantung iskemik.
Sebuah tinjauan lebih lanjut dengan melibatkan lebih dari 500.000 peserta juga menemukan bahwa mereka yang memiliki asupan daging sangat rendah memiliki penurunan risiko 25 persen dari semua penyebab kematian dibandingkan dengan mereka yang mempunyai asupan daging yang tinggi.
Studi ini diterbitkan dalam Journal of American Osteopathic Association.
Sumber : dailymail
(rsh/bt)