You Are Here: Home » Warta Sehat » Umum » Mengapa Penderita Diabetes Beresiko Amputasi?

Mengapa Penderita Diabetes Beresiko Amputasi?

Diabetic-Foot-CareDiabetes merupakan penyakit degeneratif yang penderitanya sudah cukup banyak di Indonesia, Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2007 yang menunjukkan prevalensi diabetes sebesar 5,7% dan menjadi penyebab kematian nomor 6 dari seluruh kematian pada semua kelompok umur. Yang lebih mengejutkan lagi sebanyak 73,7% pasien diabetes tidak terdiagnosa dan tidak mengonsumsi obat. Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya memeriksakan gula darah secara teratur membuat banyaknya pasien diabetes yang tak tertolong ataupun harus mengalami amputasi karena luka borok yang tak kunjung sembuh.

Jumlah penderita diabetes yang terpaksa harus diamputasi karena terjadi pembusukan pada luka tentu tak sedikit. Padahal luka serius ini berawal dari luka kecil yang umumnya terjadi di sekitar kaki, lambat laun menghitam dan mengeluarkan bau busuk. Kondisi tersebut disebut dengan peripheral arterial disease (PAD) atau penyakit pembuluh darah tepi akibat gula darah yang terlalu tinggi. Akibatnyaakan terjadi penyumbatan pembuluh darah di kaki sehingga oksigen serta nutrisi tidak dapat masuk kedalam sel dan menyebabkan kematian sel disekitar kaki.Selanjutnya kaki akan menghitam dan membusuk, inilah yang disebut gangrene. Tindakan amputasi dilakukan jika terlihat adanya luka yang serius karena dikhawatirkan akan menyebar ke organ yang lain.

Kondisi ini bukan tidak bisa dicegah, yang dibutuhkan hanyalah komitmen dan kedisiplinan dalam mengatur pola makan dan pola hidup yang harus dijaga sejak usia dini. Batasi khususnya makanan tinggi karbohidrat dan tingkatkan aktivitas fisik seperti olahraga yang teratur serta tidak lupa rutin memeriksakan gula darah.

(erl/bt)

About The Author

Situs Resmi Kesehatan, Gizi & Farmasi.

Number of Entries : 1904

Leave a Comment

Scroll to top