You Are Here: Home » Warta Sehat » Umum » Selain obat, alternative ini bisa digunakan untuk penderita diabetes

Selain obat, alternative ini bisa digunakan untuk penderita diabetes

diabetePengobatan diabetes sebaiknya memang tidak cukup hanya dengan obat/medikasi farmasi saja, namun alternatif dari berbagai disiplin ilmu seperti akupunktur, aroma terapi, herbal dan sebagainya bisa saja diterapkan.

Terapi alternative ini umumnya dapat membantu mempercepat penyembuhan dan menjauhkan pasien dari komplikasi. Namun perlu juga dicatat bahwa terapi alternative satu sisi justru bisa membuat kondisi makin memburuk. Itu sebabnya, pengawasan dokter tetap diperlukan.

Berikut adalah jenis terapi komplementer yang dapat diterapkan bagi penderita diabetes :

  1. Akupunktur. Menurut para ilmuwan,akupuntur mampu merangsang munculnya zat penahan rasa sakit alami tubuh dan berguna bagi penderita kronis. Akupunktur terkadang juga digunakan oleh orang-orang dengan neuropati dan pada penderita diabetes yang mengalami kerusakan saraf.
  2. Biofeedback. Terapi alternatif ini menekankan relaksasi dan mengurangi stress, sehingga pasien bisa berdamai dengan rasa sakit dan mampu mengendalikan rasa sakit. Terapi ini bisa diterapkan pada penderita penderita diabetes komplikasi kronis.
  3. Kromium.Beberapa studi melaporkan bahwa suplemen kromium mengontrol diabetes melalui kerja insulin yang meningkat.
  4. Ginseng.Studi menunjukkan beberapa efek penurun gula darah saat puasa dan setelah makan serta kadar A1c (kadar gula darah rata-rata selama periode tiga bulan). Namun demikian, masih diperlukan studi yang lebih luassebelum dipastikan bisa digunakan secara umum. Para peneliti juga telah menetapkan bahwa jumlah senyawa penurun gula pada tanaman ginseng bervariasi.
  5. Magnesium.Studi menunjukkan bahwa kekurangan magnesium dapat memperburuk kontrol gula darah pada diabetes tipe 2. Selain itu kekurangan magnesium juga dapat menghalagi sekresi insulin di pankreas dan meningkatkan resistensi insulin pada jaringan tubuh. Bukti menunjukkan bahwa kekurangan magnesium dapat menyebabkan komplikasi diabetes tertentu. Sebuah analisis terbaru menunjukkan bahwa orang dengan asupan makanan tinggi magnesium (melalui konsumsi biji-bijian, kacang-kacangan dan sayuran berdaun hijau) memiliki penurunan risiko diabetes tipe 2.
  6. Vanadium adalah senyawa yang ditemukan dalam jumlah kecil pada tanaman dan hewan. Studi awal menunjukkan bahwa vanadium menormalisasi kadar gula darah pada hewan dengan diabetes 1 dan 2. Sebuah penelitian baru menemukan bahwa ketika penderita diabetes diberi vanadium, terjadi peningkatan sensitivitas insulin dan mampu menurunkan kebutuhan insulin.
  1. Koenzim Q10, sering dise
    but sebagai CoQ10 (nama lain termasuk ubiquinone dan ubiquinol). CoQ10 membantu sel membuat energi dan bertindak sebagai antioksidan. Daging dan makanan laut mengandung sejumlah kecil CoQ10. Meski demikian, masih diperlukan penalitian yang lebih luas terhadap keefektifan CoQ10 untuk diabetes.

Selain itu beberapa sumber makanan juga membantu menurunkan kadar gula pada penderita diabetes, misalnya makanan fermentasi, soba (mie jepang), brokoli, kayumanis, cengkeh, kopi, okra, kacang polong, biji fenugeek, sage.

Semua makanan yang mengandung serat, vitamin dan mineral serta fitokimia membantu  penderita diabetes. Jenis makanan sehat ini membantu melawan peradangan dan mengontrol insulin, serta mempengaruhi metabolisme kolesterol.

Beberapa zat yang membantu mena
ikkan berat badan dapat juga dikonsumsi dengan petunjuk dokter, misalnya citosan, Garcinia cambogia (asam hidroksisitrat), kromium, piruvat, germander, Momordica charantia (pare Cina), daun katuk,  Asam aristolochic.

Namun ingat, penggunaan herbal, sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu oleh ahli kesehatan/dokter, terutama jika pernah konsumsi herbal dan mengalami efek negative seperti muntah, mual dan detak jantung berdebar, anxiety/cemas, insomia, diare dan masalah pencernaan atau kulit. Konsultasikan jika minum lebih dari satu jenis herbal dan berhati-hatilah dengan klaim herbal yang terlalu heboh tanpa riset atau bukti keilmuwan yang jelas.

Sumber : webmd

(ast/bt)

About The Author

Situs Resmi Kesehatan, Gizi & Farmasi.

Number of Entries : 1904

Leave a Comment

Scroll to top