IDB INDONESIA IDB IDBEON ID BEON ID Beyond IDB IDB INDONESIA ID BEYOND BeonCorp Beon Corp PENANGANAN OBESITAS – MauSehat.Com
You Are Here: Home » Warta Sehat » PENANGANAN OBESITAS

PENANGANAN OBESITAS

I. Perubahan Gaya Hidup
Gaya hidup yang lebih sehat dengan berolahraga secara teratur, mengurangi kebiasaan makan berlebihan dan mulai makan makanan yang lebih sehat, adalah cara terbaik untuk menurunkan berat badan. Namun tentunya dukungan dari keluarga dan teman-teman juga sangat diperlukan.
Rencana diet yang baik pasti menyertakan jadwal olahraga di dalamnya. Dengan mengurangi asupan kalori sebesar 500 kalori atau menambah pembakaran kalori sebesar 500 kalori dengan berolahraga setiap harinya, biasanya akan terjadi penurunan berat badan sekitar 0,5 Kg per minggu. Diet ekstrim/berlebihan (asupan kalori kurang dari 1.100 per harinya) bukanlah cara yang paling aman dan efektif untuk menurunkan berat badan. Tubuh biasanya malah akan kekurangan vitamin dan mineral penting. Biasanya orang-orang yang menjalankan diet ekstrim tersebut malah akan makan berlebihan dan kembali mengalami obesitas dikemudian hari.
Jenis dan beratnya olahraga, serta jumlah pembatasan kalori pada setiap penderita obesitas juga bisa disesuaikan dengan resiko kesehatan yang didapatkannya sesuai perhitungan IMT.
Resiko kesehatan rendah : menjalani diet sedang (1.200-1.500 kalori/hari untuk wanita, 1.400-2.000 kalori/hari untuk pria) disertai dengan olahraga.
Resiko kesehatan menengah : menjalani diet rendah kalori (800-1200 kalori/hari untuk wanita, 1000-1400 kalori/hari untuk pria) disertai olahraga.
Resiko kesehatan tinggi atau sangat tinggi : dibantu dengan obat-obatan dan disertai diet rendah kalori dan olahraga.
Olahraga akan membantu meningkatkan metabolisme. Olahraga yang dianjurkan adalah 3-4x dalam seminggu dan setiap kali olahraga minimal 30 menit. Olahraga secara teratur juga baik untuk jantung dan paru-paru serta membantu menurunkan kadar trigliserida di dalam darah yang dapat menyebabkan penyakit jantung. Dengan berolahraga teratur juga dapat meningkatkan kadar HDL (kolesterol baik) di dalam darah.
Penting juga untuk dipelajari bagaimana cara-cara mengendalikan emosi dan stress, sehingga emosi dan stress tidak membuat kita mencari pelampiasan dengan jalan makan berlebihan.
II. Pengobatan Medis
Ada beberapa obat-obatan yang dapat membantu penurunan berat badan, namun tetap saja penggunaan obat-obatan ini harus disertai dengan diet dan olahraga yang tepat. Sebagian besar obat-obatan yang digunakan bekerja dengan jalan menekan selera/nafsu makan. Penggunaan obat-obatan inipun harus hati-hati, karena banyak ditemukan bahwa obat-obatan ini tidak aman untuk digunakan. Obat-obatan penurun nafsu makan jenis terbaru memang lebih aman, tetapi tetap saja memiliki efek samping dan dapat berinteraksi dengan obat jenis lainnya, maka dari itu penggunaannya harus di bawah pengawasan dokter. Beberapa contoh obat yang biasanya digunakan seperti :
Sibutramine : biasanya di rekomendasikan untuk orang-orang yang mengalami kelebihan berat badan hingga 15 Kg. Dari percobaan klinis, orang-orang yang menggunakan obat ini terbukti mengalami penurunan berat badan rata-rata 5-10% dari berat badan mereka. Obat ini bekerja dengan membuat seseorang merasa kenyang terus menerus sehingga mereka tidak akan makan terlalu banyak. Obat ini juga dapat meningkatkan tekanan darah dan tidak boleh digunakan bersamaan dengan obat-obatan lainnya seperti obat antidepresan. Di Indonesia sendiri obat ini tidak lagi digunakan karena banyaknya efek samping yang ditemukan.
Orlistat : biasanya direkomendasikan untuk orang-orang yang mengalami kelebihan berat badan lebih dari 30 % dari berat badan idealnya atau IMT-nya lebih dari 30. Orang-orang yang menggunakan obat ini selama lebih dari 1 tahun akan mengalami penurunan berat badan rata-rata sekitar 7 Kg. Obat ini bekerja dengan cara mengurangi penyerapan lemak di saluran pencernaan. Biasanya obat ini memberikan efek samping berupa diare.
Phenylpropanolamin (PPA) : biasanya sering ditemukan di dalam obat-obatan penekan nafsu makan. FDA telah melarang peredaran produk-produk yang mengandung PPA ini dari pasaran, karena telah terbukti bahwa PPA meningkatkan resiko terjadinya stroke hemoragik pada wanita.
Phentermin : adalah suatu amin simpatomimetik yang meningkatkan pelepasan dan penangkapan neurotransmiter norepinefrin dan dopamin. Efek penekan nafsu makannya terbentuk akibat adanya stimulasi di pusat rasa kenyang di hypothalamus dan area limbik di otak. Phentermin biasanya dianjurkan untuk orang-orang dengan IMT 30 Kg/m2 atau lebih dan disertai faktor resiko (seperti diabetes, hiperlipidemia, hipertensi).
Efedrin dan Kafein : kedua zat ini bekerja dengan jalan meningkatkan pembakaran energi, tapi keduanya juga berpotensi menyebabkan takikardia, hipertensi dan palpitasi. Efedrin dan kafein lebih efektif bila digunakan bersamaan.

III. Operasi
Operasi untuk memperbaiki kondisi obesitas (dikenal juga sebagai operasi bariatrik) menjadi solusi bagi orang-orang obes yang telah mengalami obesitas selama lebih dari 5 tahun atau tidak mampu lagi menurunkan berat badan sendiri (dengan bantuan olahraga, diet dan obat-obatan), atau kondisi obesitasnya sudah sangat parah sehingga berbahaya untuk kesehatan dan kelangsungan hidup orang tersebut. Biasanya orang-orang obes yang IMT-nya sudah lebih dari 40 yang disarankan untuk menggunakan jalan operasi.
Ada 2 tipe operasi bariatrik, yaitu :
Tipe Malabsorptif : menggunakan prosedur “gastric bypass surgery” prosedur operasi ini menurunkan penyerapan makanan di saluran cerna dengan memotong bagian saluran cerna, sehingga sejumlah makanan yang ditelan akan lewat begitu saja tanpa sempat dicerna terlebih dahulu (Gambar 3).

Gambar 3. Ilustrasi prosedur “gastric bypass”. Dengan prosedur ini, volume lambung akan menjadi lebih kecil dan penyerapan lemak berkurang karena makanan tidak akan melalui duodenum (dimana biasanya terjadi penyerapan lemak) namun langsung ke usus halus.
Tipe Restriktif : menggunakan prosedur “laparoscopic gastric banding” prosedur ini membuat ukuran/volume lambung menjadi lebih kecil dan lumen lambung menjadi lebih sempit, sehingga dengan mengecilnya lambung, jumlah makanan yang dapat dimakan seseorang akan berkurang dan dengan menyempitnya lumen lambung, jalannya makanan ke dalam lambung menjadi lebih lambat (Gambar 4).

Gambar 4. Tipe restriktif dengan mengikat lambung.

Kedua prosedur operasi ini tentu saja akan mempengaruhi proses pencernaan makanan di dalam tubuh. Prosedur – prosedur ini memang efektif dalam menurunkan berat badan seseorang, namun juga dapat memberikan beberapa efek samping yang kurang menyenangkan seperti : diare, keram perut, muntah, defisiensi mineral dan vitamin, dan lain sebagainya.

E. KOMPLIKASI
Obesitas merupakan salah satu ancaman utama untuk kesehatan. Orang-orang yang mengalami obesitas beresiko untuk mengalami penyakit – penyakit atau gangguan kesehatan, seperti (Gambar 5):
Depresi : depresi merupakan gangguan psikologi yang paling sering menyertai obesitas. Sebagian besar orang yang obes mengalami tekanan emosional akibat adanya perasaan malu dan terdiskriminasi karena bentuk tubuhnya yang besar.
Diabetes Melitus tipe 2 : obesitas merupakan salah satu faktor resiko utama terjadinya Diabetes Melitus tipe 2.
Dislipidemia
Hipertensi
Stroke
Penyakit jantung koroner, gagal jantung, dan serangan jantung
Kanker (kanker payudara, usus besar, endometrium, dan lain-lain)
Gangguan hati dan  batu kantung empedu
Sleep apnea : henti nafas tiba-tiba disaat tidur.
Gangguan pada tulang dan sendi : masalah pada tulang dan sendi lebih sering terjadi pada bagian lutut, pinggul dan tulang belakang. Berat badan yang berlebih tentu memberikan beban ekstra pada tulang dan persendian tubuh, dan hal ini dapat memicu terjadinya osteoarthritis dan gout.

Gambar 5. Ilustrasi masalah-masalah kesehatan yang menyertai obesitas.
F. PENCEGAHAN
Untuk mencegah terjadinya kenaikan berat badan yang tidak sehat dan masalah-masalah kesehatan yang menyertainya, dapat dilakukan dalam beberapa langkah. Sebenarnya langkah-langkah yang dianjurkan hampir sama dengan langkah-langkah untuk menurunkan berat badan, seperti berolahraga secara teratur, melakukan diet, dan mengubah pola makan dan gaya hidup.
Olahraga teratur : menurut suatu penelitian, untuk mencegah terjadinya kenaikan berat badan, diperlukan olahraga dengan intensitas moderat selama 150-250 menit dalam seminggu. Contoh olahraga dengan intensitas moderat contohnya adalah jalan cepat dan berenang.
Pola makan teratur : pastikan makan pada saat yang tepat dan dalam jumlah kalori yang tepat (sesuai dengan kebutuhan tubuh dan aktivitas). Pola makan yang baik adalah 3 kali sehari dan boleh diselingi kudapan sehat diantaranya. Jangan hindari sarapan dan jangan melewati jadwal makan, karena dengan melewatkan salah satu jadwal makan hanya akan membuat kita makan lebih banyak pada jadwal makan berikutnya.
Pilih makanan dan kudapan sehat : pilihlah makanan yang rendah kalori namun kaya akan zat nutrisi penting, seperti : buah-buahan, sayur-sayuran, dan gandum-ganduman. Hindari makanan dengan kandungan lemak jenuh, batasi makanan manis dan alkohol. Sesekali makanan dengan kalori dan lemak yang tinggi masih boleh dinikmati, namun pastikan untuk memakan makanan yang lebih sehat dan rendah kalori lebih sering daripada makanan yang tidak sehat dan tinggi kalori. Penting juga membiasakan diri untuk membaca kandungan kalori dan nutrisi pada makanan kemasan.
Monitor berat badan secara teratur : menurut data yang ada, orang-orang yang terbiasa menimbang berat badannya secara teratur minimal 1 kali seminggu lebih sukses dalam menjaga atau menurunkan berat badan.
Hindari stress berlebihan : stress seringkali menjadi alasan seseorang untuk makan berlebihan. Maka dari itu, hindarilah stress berlebihan, belajarlah untuk mengalihkan emosi atau stress ke hal-hal yang lebih sehat atau positif, seperti : meditasi, olahraga, menyanyi, dan lain sebagainya.
Konsisten : belajarlah untuk menaati rencana diet dan olahraga yang telah dibuat, begitu pula dalam menerapkan kebiasaan-kebiasaan baru yang lebih sehat. Mintalah orang-orang disekitar kita untuk turut mendukung dan memotivasi.

About The Author

Number of Entries : 50

Leave a Comment

© 2012 - www.mausehat.com

Scroll to top