Orang Dewasa Dengan Autistik Di Dunia Kerja
Hari autistik sedunia diperingati setiap tanggal 2 April. Untuk tema 2015 kali ini adalah “Employment: The Autism Advantage”. Topik ini berangkat dari banyaknya autistik dewasa, sekitar 85% di Amerika yang menjadi pengangguran dan hanya sekitar 15%nya yang mempunyai pekerjaan tetap. Rintangan yang dihadapi dalam dunia orang dewasa autistik memasuki dunia kerja adalah: kurangnya pelatihan, dukungan yang kurang memadai dalam penempatan kerja serta diskriminasi bahwa dewasa autistik tidak bisa melakukan apa-apa.
Autisme merupakan kelainan perkembangan seumur hidup yang sangat mempengaruhi bagaimana seseorang berkomunikasi dan berhubungan. Rentang autistik sangat luas, itu sebabnya disebut dalam istilah spektrum ASD (Autistic Spectrum Disorder), maka setiap orang mengalami sisi psikologis yang berbeda. Salah satu bentuk dari spektrum ini adalah asperger syndrome (AS). Rata-rata mereka berada pada tingkat kecerdasan diatas autistik umumnya, bahkan diatas rata-rata orang biasa. Mereka inilah yang masih dapat berinteraksi dengan sosial dan bahkan dapat berkerja layaknya orang biasa, sebab mereka juga ada yang memiliki tingkat memori jangka panjang yang kuat, teliti, bahkan mendetail. Menurut sebuah survey yang dilakukan oleh NAS (National Autistic Society) di AS, sekitar 60% autistik dewasa yang disurvei tidak bekerja, berkutat pada kemiskinan dan bergantung pada orang lain. Hal ini dapat menjadi masalah sosial yang besar. Sementara, sebenarnya, sangat tidak mungkin mereka hanya ingin bersantai, mereka juga ingin bekerja dan mendapatkan imbalan sesuai dengan keterampilan yang dimiliki.
Menurut Temple grandin, seorang wanita dengan ASD, ada beberapa pedoman dalam memilih pekerjaan bagi orang ASD. Pilihlah yang memanfaatkan kekuatan keterampilan. Misalnya ada orang ASD yang bermasalah dengan memori jangka pendek, tetapi sangat baik di jangka panjang dan sebaliknya. Mengetahui kekuatan diri dapat menjadi keahlian yang membuat dapat bertahan di tempat kerja. Beberapa pekerjaan bahkan juga baik untuk orang dengan disleksia (mengalami kekurang mampuan dengan membaca/menulis).
Grandin membagi tabel pekerjaan :
|
Tipe pekerjaan |
Jenis Pekerjaan |
|
Buruk, membutuhkan memori jangka pendek yang cepat dan multi tasking. |
Kasir, tukang masak dadakan, pelayan restauran, operator pemanggil taksi, tukang pembaca order, agen tiket penerbangan, resepsionis, operator telepon, pengatur jalur pesawat udara, future trading (pasar bursa). |
|
Mudah. Pekerjaan yang sifatnya mudah bagi dewasa ASD dengan tipe visual, tidak memerlukan matematika yang kompleks, serta cocok untuk orang dengan disleksia |
Pemrograman komputer, Drafting – gambar teknik dan sistem CAD, commercial art – Iklan dan tata letak majalah bisa dilakukan sebagai pekerjaan freelance, fotografer- camera man dilakukan sebagai freelance, perancang peralatan, pelatih hewan, mekanik mobil, tehnisi komputer, web desainer, tehnisi laboratorium, tukang bangunan, desainer video game, animasi komputer, pemeliharaan gedung, pekerjaan tehnik lain misalnya tukang kayu/las. |
|
Cukup rumit. Daftar pekerjaan untuk pemikirnon-visual baik dengan angka,fakta dan musik dan bisa dilakukan dengan mudah, tuntutan rendah pada memori kerja jangka pendekdan memanfaatkan memori jangka panjang yang sangat baik. Termasuk yang bagus di matematika dan ilmu pengetahuan lainnya. Menunjukkan pekerjaan yang cocok untuk HFA (autisme fungsi rendah). Untuk semua jenis autisme dan sindrom Asperger, rendah pada memori jangka pendek |
Akuntan, penjaga perpustakaan, pemrograman komputer, copy editor, wartawan, ahli tehnik (listrik, mesin), supir taxi, inventory control, teller bank, tehnisi laboratorium, telemarketing, pengatur filing, ahli statistik, ahli fisika atau matematika. |
|
Pekerjaan yang tidak membutuhkan kemampuan verbal atau yang kemampuan verbalnya buruk. |
Pengatur buku perpustakaan, pekerja pabrik rakitan, tukang fotokopi, petugas cleaning service, tukang kebun, data entri, perawat tanaman. |
Yang sebaiknya diperhatikan oleh Asperger ketika mencari pekerjaan:
-
Pekerjaanharus memiliki tujuanyangpasti atautitik akhir. Jualkeahlian pekerjaan , bukankepribadian Anda. Buatlah portofolio pekerjaan.
-
Berikan informasi pada boss/atasan tentang keterbatasan diri.
-
Sebelumnya, mintalah bantuan pada orang sekeliling untuk mencari tahu, jenis pelatihan apa yang cocok dan sesuai dengan dunia kerja, agar bisa bersama-sama fight, bekerjasama dengan para pekerja yang lain.
Sumber : Autism
(ast/bt)