Mengenal “Food Safety” Di Hari Kesehatan Sedunia 2015
Hari ini tepat tanggal 7 April 2015 seluruh dunia memperingati Hari Kesehatan Dunia dimana tema kali ini adalah menganai Food Safety atau Kemanan Makanan. Makanan yang aman dikonsumsi tidak hanya dilihat dari segi nutrisi yang lengkap namun ada banyak hal yang harus diperhatikan mulai dari proses pembelian bahan makan, penyimpanan, proses produksi hingga makanan itu sampai kepada konsumen.
Terdapat 3 kelompok bahaya yang dapat menyebabkan terjadinya penyebaran penyakit melalui makanan (foodborne illness).
-
Bahaya Fisik : Bahaya yang disebabkan oleh benda asing seperti menggigit atau menelan benda asing seperti staples, logam, tusuk gigi, rambut, dll.
-
Bahaya Kimia : Bahaya yang disebabkan oleh kontaminasi makanan dengan bahan kimia seperti pestisida, bahan pengawet makanan, cat pada peralatan masak dan bahan pembersih dapur.
-
Bahaya Biologis : Bahaya yang disebabkan oleh mikroorganisme yang dibawa pada saat proses produksi makanan ataupun penyajian makanan. Bahaya mikroorganisme dapat menimbulkan penyakit yang jika tidak ditangani secara serius dapat berakibat fatal. Contoh bahaya mikroorganisme tersebut seperti bakteri salmonella typhi (yang dapat menyebabkan penyakit typus), Bakteri E.Coli (yang dapat menyebabkan diare), Listeria monosigonesis (jika ibu hamil terinfeksi bakteri ini dapat menyebabkan keguguran), dll.
Dari ketiga bahaya tersebut, bahaya biologis merupakan ancaman yang paling signifikan, dilaporkan 2 dari 3 kasus foodborne illness disebabkan oleh bahaya biologis. Untuk mencegah dari ketiga bahaya tersebut tentu semua proses produksi makanan hingga penyajian harus diperthatikan seperti :
-
Menjaga kebersihan pribadi atau personal hygine
-
Menjaga kebersihan alat-alat makanan dan kebersihan dapur
-
Menggunakan masker dan penutup kepala pada saat memasak hal ini guna mencegah penyebaran virus dan jatuhnya rambut pada makanan.
-
Menjauhkan makanan matang dengan makanan mentah guna mencegah kontaminasi silang -
Mencuci bahan makanan dengan air bersih
-
Perhatikan temperatur pada proses penyimpanan bahan makanan ataupun pada saat proses produksi hal ini guna mencegah timbulnya bakteri berbahaya.
-
Gunakan peralatan yang terbuat dari stainless steel.
Sumber : shefocus.wordpress, WHO
(erl/bt)