You Are Here: Home » Warta Sehat » Umum » Gangguan Pola Makan Bisa Ada dari Sekolah Dasar

Gangguan Pola Makan Bisa Ada dari Sekolah Dasar

7919_cacingan_sebabkan_anak_susah_makanGangguan pola makan seperti anoreksia dan bulimia biasanya terjadi pada usia remaja dan dewasa. Namun sebuah penelitian yang dipimpin oleh Prof. Dominique Meilleur membuktikkan lain, gangguan pola makan ini juga bisa terjadi pada anak-anak berusia atara 8 dan 12 tahun, para orangtua pun diminta untuk memperhatikan hal tersebut.

Masalah anoreksia dan bulimia muncul karena disebabkan kurangnya kesadaran dan penelusuran yang lebih dalam. Berdasarkan laporan National Institute of Mental Health (NIMH) gangguan makandidefinisikansebagai penyakityang menyebabkangangguannyatapada pola makan seperti terlalu banyak atau terlalu sedikit/bahkan tidak makan.

Menurut para peneliti gangguan makan muncul sebagai akibat dari interaksi antara factor genetic, biologis, perilaku, psikologis dan sosial. Selain itu, gangguan makan sering terjadi bersama penyakit lain seperti gangguan depresi, penyalah gunaan obat atau kecemasan.

Prof.Meilleurdan rekannya mempelajari karakteristik psikologis, sosiodemografi dan fisiologis 215 anak-anak antara usia 8 dan12 yang mengalami kesulitan makan. Anak-anak yang memiliki masalah fisik yang dapat menyebabkan masalah makan, seperti diabetes ataucystic fibrosis tidak dimasukkan dalam studi ini. Anak-anak yang diambil dalam penelitian adalah yang sering menderita kecemasan, gangguan mood dan defisiensi perhatian. Tim peneliti menemukan bahwa 95% anak-anak memiliki perilaku makan yang restriktif/ketat, 69,4% takut bertambah berat badan dan 46,6% menggambarkan diri mereka gemuk.

susah-makan-ilustrasi-_121211172323-916Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa sekitar 15,5% anak-anak kadang-kadang sengaja memuntahkan makanan yang disantapnya dan 13,3% memiliki perilaku bulimia. 52% anak setidaknya satu kali pernah dirawat di rumah sakit karena gangguan makan, dan 48% sebagai pasien rawat jalan. Baik pada anak laki-laki maupun perempuan mempunyai kecenderungan yang sama, meski di dasari pada keinginan yang berbeda. Biasanya gangguan makan pada perempuan terobsesi karena ingin menurunkan berat badan, tetapi pada anak lelaki karena program pembentukan otot, sehingga dapat mengarah pada penggunaan steroid dan obat-obatan tertentu.

Sejumlah peneliti dari University of Montreal di Kanada dan the CHU Sainte-Justine children’s hospital mempresentasikan temuan mereka ini pada the Eating Disorders Association of Canada conference di Vancouver.

Sumber : MedicalNewsToday

(ast/bt)

About The Author

Situs Resmi Kesehatan, Gizi & Farmasi.

Number of Entries : 1904

Leave a Comment

Scroll to top