Bahan Kimia Rumah Mengurangi Kesuburan
Selama beberapa dekade terakhir, pakar kesehatan lingkungan dan reproduksi telah menyuarakan tentang dampak buruk paparan bahan kimia beracun terhadap lingkungan bagi kesuburan pria dan wanita. Persentase gangguan fungsi reproduksi dan tingkat peningkatan komplikasi kehamilan semakin mningkat dari tahun ke tahun.
Sayangnya, hampir tidak mungkin untuk menghindari sepenuhnya dari paparan bahan kimia yang membahayakan kesehatan reproduksi. Bahan kimia ini, sering disebut sebagai endokrin karena kemampuannya mengacaukan fungsi normal hormon dan menurunkan kesuburan. Bahan kimia senantiasa hadir dalam keseharian, ketika bernafas, saat makan dan minum, serta saat mandi maupun keramas.
Berikut ini adalah nama-nama bahan kimia yang umum digunakan dan yang dapat mengurangi kesuburan.
Bisphenol-A (BPA) :
BPA digunakan untuk membuat plastik, ditemukan dalam makanan dan botol atau wadah plastik (Produk plastik yang mengandung BPA biasanya memiliki kode segitiga bertanda 7 (bisa dilihat di bagian bawahnya) bahan pelapis logam seperti kaleng makanan dan minuman, lapisan plastik penambal gigi (dental sealant), mainan, botol bayi dan berbagai bahan pembungkus plastik. Berbekal bukti ilmiah (berdasarkan penelitian hewan) yang mengungkapkan bahwa paparan BPA berkontribusi pada penyakit jantung, diabetes, serta masalah kesuburan dan reproduksi, para ahli kesehatan telah berusaha selama bertahun-tahun ke pemerintah agar BPA dilarang. Pada bulan Januari 2010, Food and Drug Administration (FDA) secara resmi mengeluarkan pernyatan tentang bahaya BPA, meskipun tidak ada tindakan tambahan diambil untuk membatasi penggunaan BPA dalam pembuatan plastik.
Paraben :
Zat kimia ini ditemukan terutama dalam kosmetik dan farmasi sebagai pengawet produk, muncul pada label bahan dengan nama seperti methylparaben, ethylparaben dan propylparaben.
Phthalates :
Bahan kimia yang ditambahkan pada plastik untuk membuat plastik lebih fleksibel dan tangguh. Phthalates ditemukan pada banyak produk yang kontak dengan manusia setiap hari, termasuk deterjen, kantong plastik, kemasan makanan, tirai mandi, mainan anak-anak, sabun dan shampoo, dan hair spray. Sekali lagi, penting untuk membaca label, sebagai bahan kimia ini dapat muncul dalam daftar bahan dengan nama seperti DBP (di-n-butil ftalat) dan DEP (dietil ftalat).
Dioksin :
Sebutan untuk sekelompok ratusan bahan kimia yang terbentuk selama proses industri yang melibatkan penggunaan klorin, termasuk limbah, kimia pembakaran dan manufaktur pestisida, dan pulp dan kertas pemutihan. Dioksin dilepaskan ke udara dan mengendap ke tanah di mana ia mencemari tanah, dan dengan demikian membuat jalan ke dalam suplai makanan.
Organofosfat dan organoklorin :
Senyawa ini digunakan dalam pembuatan pestisida dan herbisida.
Logam berat :
Saat ini banyak logam berat yang terlepas ke lingkungan.Paparan logam berat melalui kontak kulit, terhirup, atau masuk melalui makanan. Logam dapat berinteraksi langsung dengan sistem reproduksi. Semua logam berat berimplikasi menyebabkan kemandulan (infertilitas). Dalam sebuah penelitian, paparan mercury pada pekerja industri lampu menunjukkan peningkatan resiko gangguan menstruasi, penurunan tingkat kesuburan, dan kehamilan yang abnormal. Penelitian juga menunjukkan bahwa wanita yang dalam pekerjaannya terpapar dengan kadmium, timbel, atau mercury mengalami peningkatan resiko kemandulan tak jelas sebanyak 2,9 kali dan peningkatan resiko konsepsi tertunda sebesar 1,7 kali. Penelitian pada binatang juga menunjukkan hasil yang tidak jauh berbeda. Pada penelitian tersebut, timbel yang tertelan mengakibatkan masalah reproduksi pada betina dewasa.
Pada manusia, masalah ini mucul sebagai siklus menstruasi yang tidak teratur, menstruasi abnormal (darah haid terlalu banyak atau tidak haid sama sekali), perkembangan kista ovarium, atau pematangan seksual yang tertunda. Pria yang terpapar timbel dapat mengalami penurunan jumlah sperma, kemampuan gerak sperma yang rendah, bertambahnya berat kelenjar prostat, atau bahkan impotensi.
Sumber : dariberbagaisumber
(rsh/bt)