7 Penyakit Menular pada Musim Hujan…..
Musim hujan mungkin menjadi sesuatu yang menyebalkan bagi orang dewasa, tetapi tidak bagi anak-anak. Bermain hujan-hujanan menjadi kegembiraan tersendiri bagi anak-anak. Banyak yang beranggapan air hujan tidak berbahaya bagi kesehatan sehingga tak jarang banyak orang tua yang membiarkan anaknya bermain hujan. Sesungguhnya walaupun air hujan awalnya adalah air murni (hasil kondensasi uap air di udara) tetapi saat turun ke bumi, di udara air hujan akan terkontaminasi dengan polutan yang bersifat asam dan toksik. Di tanah air hujan juga akan bercampur dengan berbagai macam kuman dan bahan kimia berbahaya termasuk logam berat yang jika terminum saat bermain hujan atau kontak dengan kulit yang luka/iritasi tentu akan mengundang berbagai penyakit infeksi/menular bahkan dermatitis.
Selain itu genangan air, udara yang lembab dan suhu yang rendah selama musim hujan, juga merupakan kondisi yang disukai berbagai kuman dan nyamuk untuk berbiak seperti virus influensa, nyamuk demam berdarah, rotavirus, termasuk flu burung yang digadang-gadang bakal booming kembali dimusim hujan kali ini. Kuman-kuman penyebab penyakit menular selain menyebar melalui air hujan dan udara, juga bisa ditularkan melalui makanan/jajanan. Lemahnya rata-rata imun anak-anak disaat musim hujan sudah barang tentu makin mempermudah mereka tertular penyakit. Waspadai juga jika anda punya bayi, karena sistem imun bayi yang belum terbentuk sempurna membuat mereka lebih gampang terinfeksi penyakit menular.
Sesungguhnya saat musim hujan bukan hanya anak-anak yang mudah jatuh sakit, orang dewasa dan orang tua pun juga mudah sakit karena kondisi iklim dan kelembaban di saat musim hujan adalah kondisi yang paling sukai kuman untuk berkembang.
Penyakit menular yang berjangkit di musim hujan
| Penyakit | Penularan |
| Influensa, pilek | Oleh virus. Melalui udara, kontak langsung dengan penderita |
| Leptospirosis | Alat makan, kemasan makanan/minuman, makanan/minuman dan air yang terkontaminasi kotoran tikus. |
| Diare | Air dan makanan/minuman yang terkontaminasi kuman, bakteri dan parasit. |
| Cacingan | Air, makanan/minuman, tanah yang tercemar telor cacing tambang/pita/kremi |
| Demam Berdarah | Gigitan nyamuk Aedes aegypti. |
| Tyfoid / tifus | Makanan/minuman yang tercemar bakteri Salmonela tifosa atau S. paratyphi |
| Penyakit kulit : panu, kurap, kutu air | Disebabkan oleh jamur yang dapat ditularkan melalui kontak dengan penderita, tidak mandi setelah beraktivitas, kontak dengan air kotor, pakaian lembab |
Tip agar terhindar penyakit selama musim hujan
- Bawa bekal makanan dan minuman sendiri darirumah. Hindari jajan, usahakan konsumsi makanan dan minuman yang dibuat/dimasak sendiri.
- Lengkapi imunisasi bayi tepat waktu.
- Hindari saling berjabat tangan jika tidak perlu, hindari juga mencium anak atau bayi
- Hindari memegang hidung atau wajah selama di luar rumah.
- Gunakan masker di dalam rumah jika flu atau jika keluar rumah,
- Usahakan mencuci tangan setelah menyentuh tempat/barang yang sering dipegang umum atau bersalaman dengan orang yang kurang sehat/sakit, jika terpaksa segeralah mencuci tangan dengan air sabun atau cairan yang mengandung antiseptik..
- Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan bilas dengan air mengalir
- Jangan biarkan air tergenang di dalam dan sekitar rumah.
- Mandilah 2 kali sehari, pagi dan sore sehabis beraktivitas. Kulit lembab dan berkeringat disukai nyamuk dan jamur.
- Pastikan ventilasi-ventilasi jendela rumah menggunakan kasa anti nyamuk. Sekalipun ventilasi di sekeliling rumah sudah menggunakan kasa nyamuk, untuk bayi dan anak-anak sebaiknya tetap menggunakan kelambu saat tidur. Jika tidak ada kelambu gunakan krim/obat nyamuk.
- Tidur yang cukup agar imun terjaga baik.
- Bekali anak dengan jas hujan. Jika banjir atau luapan air terjadi gunakan sepatu kedap air yang melindungi kaki lebih tinggi seperti sepatu boot saat keluar rumah.
- Penuhi kebutuhan nutrisi harian dengan gizi cukup dan seimbang, jika perlu sempurnakan dengan suplemen untuk imunitas dan stamina.
- Konsumsilah beragam buah dan sayur setiap hari karena dapat menguatkan imun tubuh
- Jangan tidur bercampur dengan anggota keluarga yang sakit.
- Jika badan panas, perbanyak istirahat, minum air putih yang banyak, konsumsi makanan bergizi, minum suplemen yang tepat, minum obat penurun panas antipiretik). Dalam 3 hari panas tetap berlangjutkan segeralah periksa dan konsul ke dokter.
(ihs)


ilalang
artikelnya bagus bagus n update euyyy.. Lanjutkan 😀