Konsumsi susu berlebihan sebabkan anak apatis, mudah marah dan sulit fokus
Banyak anak-anak di luar sana yang mempunyai perilaku yang kurang wajar. Masih kecil tapi mudah marah kepada orang-orang disekitarnya dan tidak bisa menerima ajaran yang di ajarkan oleh orang tua mereka. Salah satu penyebab anak-anak apatis, mudah marah, dan sulit fokus karena anak-anak seringan mengkonsumsi susu. Kenapa demikian?
Meminum susu dalam jumlah besar telah lama diketahui dapat mengakibatkan anemia defisiensi besi dan anemia akibat pendarahan saluran cerna pada anak Anda. Kejadian anemia inilah yang menyebabkan mereka menjadi mudah marah, apatis, dan sulit fokus. Sama hal nya dengan orang dewasa, yang akan merasa mudah marah pada saat mereka mengalami anemia, apalagi anak-anak yang belum bisa berpikir dengan baik.Diperkirakan setengah dari bayi yang kekurangan zat besi di Amerika Serikat merupakan akibat dari susu sapi yang menstimulasi pendarahan saluran cerna. Hal ini sangat mengejutkan ketika kita sadar bahwa sekitar 15-20 % anak berusia di bawah dua tahun menderita anemia kekurangan zat besi.
Diasumsikan bahwa anemia tersebut adalah semata-mata karena sang anak tidak mendapatkan cukup zat besi dalam pola makannya. Susu sapi mengandung kurang dari 1 miligram zat besi per liter. Sangat kecil zat besi yang diserap di saluran cerna. Zat lain yang terkandung dalam susu mengikat zat besi tersebut dan menghambat diserap oleh usus ke dalam darah. Diperkirakan bahwa bayi berusia satu tahun harus meminum dua puluh dua liter susu per hari untuk memenuhi kebutuhan zat besinya jika hanya mengandalkan susu.
Umumnya bayi meminum satu sampai dua liter susu per hari. Hal ini cenderung memuaskan rasa lapar mereka dan menyisakan nafsu makan yang sangat sedikit untuk makanan dengan zat besi yang dibutuhkan. Hal yang muncul kemudian adalah konsumsi susu sapi oleh bayi akan menghasilkan defisiensi zat besi dalam dua cara, yaitu ketersediaan makanan dengan kandungan zat besi yang sangat sedikit dan pada saat yang sama, juga mengakibatkan hilangnya zat besi dengan menyebabkan pendarahan pada saluran cerna.
Dalam kondisi ini juga, ketika susu sapi dihapus dari pola makan, pendarahan dapat berhenti dan pengobatan dengan zat besi dapat menyembuhkan anemia yang terjadi. Jika terapi zat besi dilakukan, tetapi si anak tetap meminum susu sapi, hilangnya darah terus berlangsung dan ini akan menutupi manfaat pengobatan zat besi.
Sumber : Don’t Drink Your Milk
(rsh/bt)