Cek Kesehatan Tidak Perlu Menunggu Sakit Tiba
Rutin cek kesehatan selalu dianjurkan tidak saja bagi mereka yang sakit, melainkan juga bagi mereka yang sehat. Hal ini penting dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan tubuh sendiri, mengingat terkadang gejala awal suatu penyakit tidak bisa dirasakan.
Setidaknya ada tujuh kondisi yang seharusnya di cek secara rutin minimal satu tahun sekali. Ketujuh kondisi tersebut yaitu :
-
Periksa tekanan darah adalah salah satu cara deteksi dini terhadap risiko hipertensi, stroke, dan penyakit jantung. Tekanan darah dikatakan normal, jika berada di bawah 140/90 mmHg.
-
Cek kadar gula darah dilakukan untuk membantu mendeteksi diabetes. Pemeriksaan ini akan menunjukkan kadar glukosa dalam darah. Hasil tes normal, jika kadar gula dalam darah kurang dari 100.
-
Mengukur lingkar perut secara rutin untuk menjaga dari kelebihan lemak perut yang bisa memicu masalah kesehatan serius, misalnya serangan jantung, stroke, dan diabetes. Batas aman lingkar perut pria adalah 90 cm. Sementara pada wanita 80 cm.
-
Pengecekan kolesterol total terdiri dari pemeriksaan kadar LDL (kolesterol jahat), HDL (kolesterol baik), dan trigliserida (lemak yang dibawa dalam darah, berasal dari makanan yang kita makan). Total hasil pengukuran yang disarankan adalah selalu di bawah angka 200.
-
Cek kesehatan fungsi paru meliputi fase ekspirasi yang menunjukkan kemampuan otot dalam berkontraksi dan relaksasi. Biasanya, pengecekan ini dilakukan pada penderita asma atau berbagai penyakit yang mengganggu pernapasan lainnya.
-
Tes pap smear dan tes IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) adalah dua cara paling umum untuk mendetesi munculnya kanker leher rahim. Lakukan pap smear di rumah sakit, klinik dokter kandungan, maupun laboratorium dengan tenaga kesehatan terlatih. Sementara tes IVA dilakukan dengan cara mengoleskan larutan asam asetat (asam cuka 3-5 persen) pada leher rahim. Jika mengalami pra-kanker, hasilnya ditandai dengan perubahan warna agak keputihan. Metode ini sangat sederhana, sehingga Puskesmas pun dapat melakukannya.
-
Pemeriksaan payudara sendiri bisa dilakukan sejak perempuan mencapai usia 20 tahun. Pengecekan ini akan lebih mudah dilakukan pada saat mandi, ketika masih ada sabun menempel di kulit. Pemeriksaan dilakukan dengan mengamati ukuran, bentuk, dan warna payudara untuk melihat adanya perubahan dan pembengkakan. Langkah berikutnya adalah menekan puting susu untuk melihat adanya cairan atau tidak, baik berupa air susu, cairan kekuningan, atau darah. Meraba payudara sambil berbaring akan memberikan petunjuk terjadinya perubahan pada payudara.
Sumber : Promkes.depkes
(rsh/bt)