You Are Here: Home » Warta Sehat » Umum » Betulkah paraben berbahaya bagi kesehatan?

Betulkah paraben berbahaya bagi kesehatan?

paraben

Paraben mulai digunakan dalam industri  kecantikan sejak tahun 1950-an. Bisa dikatakan hampir 95% produk personal care termasuk skin care/kecantikan menggunakan paraben (metil/butil/propil paraben) sebagai pengawet (pembunuh jamur, bakteri, kuman). Namun belakangan paraben digadang-gadang berbahaya bagi kesehatan dan dapat menimbulkan kanker  payudara. Benarkah? Berikut sari penelusuran dari berbagai sumber yang berhasil kami kumpulkan :

  1. Tahun 1984, organisasi Cosmetic Ingredient Review menyatakan bahwa paraben adalah kandungan yang aman digunakan pada produk kosmetik.
  2. American Cancer Society dan FDA menyatakan bahwa paraben pada kosmetik tidak dapat merusak kesehatan maupun menyebabkan kanker payudara.
  3. Health Canada (FDA Canada) menyatakan belum ditemukan bukti hubungan antara paraben dan kanker payudara.
  4. The Personal Care Products Council, sebuah organisasi AS yang meninjau, meneliti & menilai keamanan bahan yang digunakan dalam kosmetik secara terbuka, tidak bias dan dengan dukungan ahli, telah mengkonsolidasikan lebih dari 265 penelitian di The Journal of Toxicology , menyatakan bahwa produk-produk yang mengandung paraben tidak menyebabkan efek reproduksi yang merugikan dan mengkonfirmasi keamanan parabens
  5. The   Scientific     Committee   on   Consumer   Safety  Uni Eropa berulangkali melakukan peninjauan ilmiah dan menyatakan bahwa toksisitas paraben rendah dan tidak menyebabkan kanker.
  6. WHO dan FDA USA menyatakan hingga sekarang paraben aman digunakan dalam batas yang ditentukan.
  7. Hingga sekarang paraben masih termasuk dalam daftar CODEX sebagai bahan yang aman digunakan dalam industri personal care & kosmetik.

Lalu dari mana sumber keresahan akan bahaya paraben? Ternyata ini berawal setelah seorang peneliti kanker dari Inggris, Phillipa Darbre pada tahun 2004 mempublikasikan bahwa dia  menemukan beberapa  senyawa metabolit termasuk paraben pada pasien  kanker payudara, tanpa spesifik menyebutkan asal muasal senyawa-senyawa metabolit tersebut.  Padahal paraben sendiri juga terdapat dalam makanan alami seperti  kacang-kacangan, termasuk kacang kedelai, flax, buah-buahan, bluberi, wortel, ketimun, dll. Bahkan pada masa itu paraben juga banyak digunakan dalam industri makanan.  Sumber keresahan kedua adalah karena tahun 2011 Denmark melarang penggunaan paraben  untuk anak-anak dibawah 3 tahun sebagai pendekatan kehati-hatian bagi anak, bukan untuk semua golongan umur. Sementara SCCS UE mengumumkan hati-hati penggunaan popok yang mengandung paraben bagi anak dibawah 6 bulan karena kulit mereka masih sensitif dan metabolisme tubuh belum secepat orang dewasa.

Sekalipun sudah hampir tujuh dekade paraben terdeteksi aman digunakan dalam industri kecantikan, diharapkan riset berkelanjutan tetap dilakukan demi keamanan konsumen jangka panjang.

(Ihs)

Sumber :

http://www.fao.org/fao-who-codexalimentarius/search

https://ec.europa.eu/health/scientific_committees/docs/citizens_parabens_en.pdf.

Parabens: Are They Really a Problem?

https://hellosehat.com/hidup-sehat/kecantikan/paraben-dalam-kosmetik-benarkah-berbahaya/  https://lifestyle.kompas.com/read/2017/11/03/131100720/mengapa-banyak-produk-kosmetik-membatasi-penggunaan-paraben-

 

About The Author

Situs Resmi Kesehatan, Gizi & Farmasi.

Number of Entries : 1904

Leave a Comment

Scroll to top