Banyak Bukti Omega 3 Mencegah Penyakit Jantung
Jika berbicara tentang kesehatan jantung, belakangan ini identik dengan minyak ikan. Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa ikan dibutuhkan dan menjadi daftar menu dalam pola makan untuk menjaga kesehatan jantung. Pada orang yang mempunyai risiko penyakit jantung koroner direkomendasikan konsumsi minyak ikan sekitar 1 gram/hari atau setara dengan 300 gram ikan salmon.
Banyak studi yang menunjukkan bahwa omega 3, baik sumber hewani maupun nabati menjauhkan tubuh dari penyakit jantung. Ini membuktikkan bahwa pada orang sehat juga perlu mengkonsumsi minyak ikan. Menurut James OKeefe, MD, dari Mid-America Heart Institute in Bethesda, Md, orang sehat setidaknya konsumsi minyak ikan sekitar 500mg/hari.
Menurut sebuah studi pada tahun 1998 dari 20.000 lebih dokter laki-laki AS menunjukkan bahwa konsumsi ikan 1x/minggu menurunkan 52% risiko kematian akibat serangan jantung. Secara khusus, minyak ikan dapat membantu mencegah aritmia, menurunkan trigliserida, memperlambat penumpukan plak di arteri dan menurunkan tekanan darah. Namun begitu sebaiknya konsumsi ikan utuh terlebih dahulu sebelum memutuskan konsumsi suplemen minyak ikan.
Sebuah studi 2007 di Jepang lebih dari 18.000 pasien dengan kolesterol tinggi yang mengkonsumsi asam lemak omega-3 dalam bentuk EPA, setiap hari menunjukkan penurunan 19% kejadian serangan jantung.
Mereka yang mempunyai riwayat kardiovaskular wajib mempertimbangkan konsumsi ikan setidaknya dua hingga tiga kali/minggu seperti makarel, trout, herring, sarden, albacore tuna dan salmon. Sedangkan mereka yang tidak memiliki riwayat penyakit jantung disarankan untuk konsumsi ikan setidaknya satu sampai dua kali per minggu.
Meski wanita hamil juga sangat dianjurkan mengkonsumsi dua porsi per minggu, namun ikan yang dikonsumsi harus memilih ikan yang bebas merkuri. Beberapa ikan yang harus dihindari karena tinggi merkuri yaitu, ikan hiu, ikan tile, king mackerel dan ikan todak.
Perhatikan juga cara pengolahan. Ikan yang digoreng atau disajikan cepat/fast food tidak banyak manfaatnya dibanding dipanggang. Sumber asam lemak omega 3 nabati dalam bentuk asam alfa linolenik dari tahu, kanola, kacang kenari, biji rami. Telur juga mengandung omega 3.
American Heart Association merekomendasikan suplemen omega 3 bagi orang yang tidak suka ikan atau tidak dapat mengkonsumsi ikan sesuai yang disarankan. Minyak ikan memiliki efek samping seperti sedikit mual, bersendawa, amis, kembung. Simpan didalam kulkas untuk mengurangi efek samping after taste.
Menurut Dr Okeefe penelitian sangat mendukung kombinasi terapi antara obat dengan suplemen omega 3 untuk resiko penyakit jantung. Suplemen minyak ikan dan statin lebih membantu daripada hanya menggunakan statin saja.
Sumber : Health.com
(ast/bt)