Apa yang terjadi pada tubuh saat berjemur dibawah terik matahari?
Berjemur dibawah sinar matahari untuk mencoklatkan kulit (tanning) atau bermain voli pantai, bagi sebagian orang bisa saja menjadi hal yang menyenangkan. Liburan musim panas (disebagian negara) atau dimana pancaran sinar matahari sangat kuat, memang memakan energi/kalori jika terpapar langsung dibawah sinar matahari. Dan sebaiknya tidak mengabaikan gejala ini.
Walaupun di bawah sinar matahari dalam keadaan santai sekalipun misalnya menikmati indahnya kolam/danau, menurut the National Sleep Foundation, tetap saja meningkatkan dehidrasi. Bahkan pada saat sore hari meski hanya duduk-duduk saja di pantai dapat mengurangi kandungan garam dalam tubuh dan meningkatkan jumlah keringat. Dehidrasi yang terlalu berlebihan dapat meningkatkan penyakit yang berhubungan dengan panas seperti kehausan/panas yang berlebihan.
Perbanyak minuman/cairan ke dalam tubuh dan berhati-hati terhadap gejala dehidrasi misalnya nafas bau dan mudah tersinggung. Sedikit makanan yang mengandung garam ternyata dapat membantu mengurangi dehidrasi untuk mengganti garam yang hilang dalam cairan.
Ekstra cuaca panas dibawah sinar matahari menyebabkan tubuh bekerja lebih keras. National Sleep Foundation menjelaskan bahwa dalam kondisi seperti ini, tubuh bekerja keras mempertahankan kestabilan suhu internal.
Saat berjemur karena ingin kulit berwarna coklat, penggunaan bahan-bahan kimia akan meningkatkan kelelahan. The National Sleep Foundation selalu menganjurkan untuk tidak keluar rumah terlalu lama dalam kondisi matahari sedang terik-teriknya, biasanya antara siang sampai jam 3 sore. Gunakan pelindung seperti topi, payung atau banyak berteduh. Dan tidak perlu terlalu banyak keluar rumah disiang hari jika tidak diperlukan.
Sumber : rd.com
(ast/bt)