You Are Here: Home » Warta Sehat » Umum » Kesepian Dekat Dengan Kematian

Kesepian Dekat Dengan Kematian

4072_originalBagi sebagian orang, kesepian atau mengisolasi diri menjadi hal yang biasa atau bahkan ada yang sangat nyaman sekali dengan kondisi itu. Namun sepertinya sekarang, pikiran itu lebih baik berubah, karena justru orang yang cenderung kesepian dalam waktu lama, bahkan mengisolasikan diri, rawan sekali menghadapi resiko tinggi penyakit jantung, stroke. Hasil riset ini masuk dalam the journal Heart.

Menurut the British review , mengasingkan diri (isolasi sosial) ternyata meningkatkan resiko 30% untuk masalah jantung, sama halnya dengan resiko cemas dan stress pekerjaan. Sehingga menjadi jelas, kesepian dan mengisolasi diri bisa menjadi masalah kesehatan yang buruk dan pengundang kematian.

Nicole Valtorta dari bagian kesehatan di the University of York, mencoba meneliti dan membagi beberapa faktor resiko misalnya obesitas dan kurangnya aktivitas fisik. Hal ini bukan sebab masalah langsung, namun mencari keterkaitannya.

Untuk penelitian ini, Valtorta dan rekan-rekannya menganalisis data dari 23 studi sebelumnya yang yang sudah dipublikasikan, termasuk di dalamnya terlibat lebih dari 180.000 orang dewasa, lebih dari 4.600 di antaranya punya serangan jantung, angina atau meninggal dan lebih dari 3.000 orang yang telah menderita stroke. Data yang dikumpulkan menunjukkan bahwa kesepian dan isolasi sosial dikaitkan dengan 29% peningkatan risiko serangan jantung atau serangan angina dan 32 % peningkatan risiko stroke.

Dari penelitian yang lalu, pernah juga kesepian dihubungkan dengan penurunan sistem kekebalan tubuh, kenaikan tekanan darah dan kematian dini. Temuan ini menunjukkan bahwa kesepian dan isolasi sosial perlu dianggap serius di seluruh spektrum perawatan untuk pedoman kesehatan.

Bagi banyak orang yang menyukai kesepian dan mengisolasi diri, untuk berinteraksi dengan orang lain memang bukan hal yang mudah. Sebenarnya, fasilitas media sosial semacam facebook atau yang lainnya bisa menjadi hal yang baik walaupun pada setiap orang akan berbeda hasilnya. Cara lain yang lebih baik adalah memiliki hubungan positif , saling mendukung dan saling menguntungkan dengan beberapa orang.

Menurut Holt-Lunstad dari Brigham Young University, kesepian memiliki pengaruh pada proses fisiologis ke jantung yang meningkatkan tekanan darah, lalu meningkatkan peradangan, lama kelamaan dapat meningkatkan resiko aterosklerosis (pengerasan arteri) dan serangan jantung.

Menjadi orang yang terhubung secara sosial juga tidak langsung mempengaruhi kesehatan, dengan cara mendorong perilaku sehat, misalnya patuh pada perawatan medis jika sedang sakit, rajin minum obat dan menjaga janji dengan tenaga kesehatan. Dari sini, dimana hubungan sosial dapat melebihi faktor lain misalnya merokok, obesitas, tekanan darah tinggi dan kualitas udara, maka hubungan sosial juga patut diperhitungkan sebagai faktor.

(ast)

About The Author

Situs Resmi Kesehatan, Gizi & Farmasi.

Number of Entries : 1904

Leave a Comment

Scroll to top