10 Makanan Penyebab Kanker
Kanker penyakit yang sudah mendunia. Penyakit ini juga dipengaruhi oleh perubahan gaya hidup, salah satunya adalah pola makan. Makanan dan minuman yang kita konsumsi, terutama bagi penderita kanker pada stadium 2 atau 3, sangat berpengaruh terhadap ketahanan tubuh. Namun, bagaimanapun, mencegah lebih baik daripada mengobati. Dalam hal makanan, ada sekitar 10 makanan yang sebaiknya dihindari karena disinyalir dapat memicu kanker, berikut penjelasannya.
-
Genetically ModifiedFoods (GMO) atau makanan dengan rekayasa genetika. Pesatnya rekayasa genetika saat ini mengkhawatirkan pada tingkat konsumsi. Lebih dari 80% jagung dan kedelai juga dimodifikasi. Pengujian diperlukan sebelum makanan transgenik ini dijadikan bahan dalam ribuan makanan/produk kemasan. Carilah makanan yang berlabel bebas GMO
-
Popcorn microwave. Pelapis aluminiumnya menjadi diskusi di seluruh dunia, karena dapat beresiko menyebabkan kanker paru. Tidak hanya biji dan minyak dari jagug GMO nya itu (yang kebanyakan pasti tidak dituliskan bahan jagung adalah GMO dalam label) dapat mengeluarkan asap yang mengandung diasetil, yang bersifat racun bagi tubuh manusia.
-
Makanan kaleng. Kebanyakan kaleng dilapisi oleh sebuah bahan yang disebut Bisphenol A (BPA). Dalam percobaan dengan tikus, terbukti mengubah sel otak mereka. Plastik, kertas thermal, pipa saluran air, komposit gigi, juga mengandung BPA.
-
Daging merah bakar. Daging merah bakar memang lezat, tetapi para peneliti mensinyalir makanan ini ketika dibakar melepaskan senyawa karsinogenik yang disebutamina aromatikheterosiklik. Ketika kita membakar daging merah, terjadi perubahan struktur dan kimia molekul daging.
-
Gula olahan. Ancaman dari jenis bahan ini berasal dari high-fructose corn syrup (HFCS) atau gula jagung bahkan gula merah saja sekarang sering dicampurkan dengan gula jagung ini. Gula jagung sebagai sumber melonjaknya insulin dan menjadi makanan bagi sel kanker. Di Amerika, GMO juga ada pada gula bit. Sebaiknya, gunakan gula organik, misalnya madu asli, gula kelapa, gula maple.
-
Makanan yang diasap, terlalu asin dan di acarkan. Tentu saja yang mengandung bahan pengawet, misalnya dari golongan nitrat. Aditif tersebut bisa masuk ke dalam tubuh dan terakumulasi, sehingga menjadi racun, menyebabkan kerusakan ditingkat sel dan dapat mengarah ke penyakit kanker. Lalu ketika makanan yang diasap dimasak pada suhu tinggi, nitrat diubah menjadi nitrit dan berbahaya.
-
Soda dan minuman berkarbonasi. Soda kebanyakan mengandung gula jagung/HFCS dan menjadi perdebatan kesehatan. Selain juga mengandung pewarna dan sejumlah bahan berbahaya. Pada dasarnya minuman ini nol gizi dan hanya merampok nutrisi dari makanan. Walaupun sudah diberi label “diet” atau “less sugar”, tetap saja tidak menyehatkan

-
Tepung putih. Tepung putih olahan sebenarnya tidak mengandung gizi penting, lalu menggunakan pemutih dari gas klorin supaya terlihat lebih menarik. Indeksglikemiktepung putihsangat tinggi,yang berartipeningkatan insulintanpa memberikanbahan bakargizi. Karbohidratdiubahmenjadi gulaoleh tubuh, sehingga produk yang mengandungtepung putihberlebihan dapatmenyebabkan peningkatanresistensi insulin.
-
Ikan budidaya. Tentu saja yang perlu diperhatikan adalah budidaya ikan yang diberikan antibiotik, pestisida supaya ikan-ikan tersebut tidak terkena penyakit. Tetapi ternyata bahan tersebut bersifat karsinogenik. Hal ini tidak ditemukan dalam ikan hidup di alam liar.
-
Minyak/lemak hidrogenasi. Sumbernya dari minyak nabati yang diproses secara kimia. Ketika diolah, ditambahkan beberapa bahan kimia tambahanuntuk mengubah aroma dan rasa. Minyak ini mengandung asam lemak omega-6 yang sayangnya, strukturnya sudah tidak sehat dan mengandung peradangan untuk sel.
Sebaiknya, untuk mencegah kanker, konsumsilah makanan yang rendah lemak jenuh, perbanyak sayur dan buah-buahan (terutama organik). Boleh saja makan daging, hanya pastikan ternaknya diberi makan rumput organik (bebas pestisida) dan juga tidak diberikan hormon.
Sumber : Thetruthaboutcancer.com
(ast/bt)