You Are Here: Home » Warta Sehat » Umum » Siapa bilang orang kurus aman dari Diabetes???

Siapa bilang orang kurus aman dari Diabetes???

kurusMengetahui seorang teman berbadan kurus terkena Diabetes, mungkin anda heran. Kok bisa ya?

Diabetes sesungguhnya merupakan salah satu bentuk gangguan metabolik atau lebih dikenal dengan istilah sindrom metabolik (Metabolic Syndrome). Sindrom ini juga disebut dengan sindrom x, atau dismetabolik sindrom. Karena sering dialami oleh orang-orang gemuk/obes, maka kadang disebut juga sebagai obesity syndrom (sindrom obesitas).

Orang yang terkena sindrom metabolik ini memiliki satu dari ciri ini, misalnya tingginya kadar trigliserida, darah tinggi, tinggi kadar gula puasa (mengarah kepada diabetes tipe 2), rendahnya HDL (kolesterol baik) dan gemuk (terutama gemuk pada perut). Tetapi belakangan diketahui ternyata orang kuruspun bisa mengalami sindrom metabolik ini yang kemudian muncullah istilah Sindrom Metabolik non-obes (MUN- metabolically unhealthy non-obese).

 dm2

Apa saja sih Penyebab dari diabetes tipe 2 ini?

  1. Genetik. Studi menemukan, jika sudah ada faktor genetik/keturunan diabetes, orang berbadan kurus sekalipun memiliki kecenderungan mengalami resistensi insulin yang cukup kuat. Kecacatan yang diwariskan menyebabkan disfungsi mitokondria. Akibatnya tubuh tidak dapat membakar glukosa dan asam lemak secara efisien.

  2. Fatty liver. Studi di India menemukan pria memiliki 3 – 4 kali lipat insiden yang lebih tinggi pada resistensi insulin dibandingkan ras Kaukasia. Mereka juga memiliki prevalensi hati berlemak non-alkohol (fatty liver NAFLD) dan resistensi insulin hepatik (liver) yang lebih tinggi. NAFLD adalah salah satu alat prediksi DM tipe 2.

  3. Inflamasi atau peradangan. Studi kecil pada pria di India dengan DM tipe 2, ditemukan bahwa mereka mengalami peningkatan inflamasi protein tingkat plasma IL-6 dua kali lipat dibandingkan dengan subyek tanpa DM tipe 2. Peradangan kronis ini mempengaruhi resistensi insulin pada otot, hati dan sel-sel lemak. Peradangan ini juga telah terbukti mendahului perkembangan diabetes. Artinya orang dengan inflamasi kronis beresiko lebih tinggi terkena DM tipe 2. Sebagai contoh, sekitar sepertiga dari pasien Hepatitis C kronis beresiko diabetes, dan orang-orang dengan rheumatoid arthritis juga berisiko lebih tinggi.

  4. Autoimunitas. Dahulu, dipahami bahwa DM tipe 1 (bergantung insulin) disebabkan oleh kerusakan autoimun sel-sel beta pankreas, sedangkan tipe 2 karena resistensi insulin. Data menemukan ternyata hampir 10% dari orang dewasa dengan DM tipe2 memiliki bentuk autoimun dan 1 dari 4 orang kurus dengan DM tipe 2 memproduksi antibodi untuk GAD, enzim yang sama dalam pankreas yang diserang pada DM tipe 1.

  5. Stress. Dalam kondisi stres, tubuh menghasilkan hormon kortisol lebih tinggi. Kortisol memainkan sejumlah peran penting, salah satunya adalah meningkatkan kadar gula darah sebagai respon tubuh untuk menghadapi ancaman. Stres kronis seperti yang kita alami hari ini (akibat beban kerja, kemacetan dan penyakit), telah merangsang peningkatan kortisol tingkat kronis sehingga dapat memicu DM tipe 2 sekalipun berbadan kurus.

  1. Pola makan. Makan dengan rakus tanpa memperhatikan diet sehat, walau kurus, tetap dapat memicu penyakit ini. Makan lemak jenuh tinggi, penuh dengan makanan dan minuman instant, kurang serat, menjadi faktor pencetus diabetes

  2. Kurang olahraga atau malas bergerak yang mengakibatkan penurunan struktur dan perubahan metabolisme. Hal ini akan menyebabkan penyerapan gula darah lambat.

http://chriskresser.com/think-skinny-people-dont-get-type-2-diabetes-think-again

(ihs/ast)

About The Author

Number of Entries : 50

Leave a Comment

Scroll to top