You Are Here: Home » Warta Sehat » Umum » Hati-Hati Menggunakan Deodoran

Hati-Hati Menggunakan Deodoran

young man using deodorantKetika sedang berjalan dan berpapasan dengan seorang remaja, hampir dipastikan akan tercium aroma wangi parfum. Berbagai jenis wewangian telah beredar di pasaran seperti EDC (Eau de Cologne), EDT (Eau de Toilette), EDP (Eau de Parfum) dan deodoran semprot maupun biasa. Menurut salah satu survey penggunaan deodoran semprot yang paling banyak digemari dan menjadi produk terlaris remaja pria. Meskipun rekomendasi batasan usia penggunaan deodoran diberlakukan pada usia 13 tahun keatas, namun dampak iklan yang terus menerus, kebiasaan menggunakan deodorant sudah dimulai sejak usia 11 tahun.
Meski demikian sebaiknya tetap berhati-hati dalam penggunaan deodoran. Bahan kimia aerosol dari deodoran dapat menyebabkan beberapa reaksi seperti : memicu dan memperburuk alergi kulit, hingga dapat menyebabkan kematian (meski jarang kasusnya).

Man using underarm deodorant perspirant sprayMaureen Jenkins, direktur layanan klinis Allergy UK, mengatakan: “Sekitar satu dari tiga orang dewasa di Inggris memiliki beberapa bentuk penyakit alergi – asma, rhinitis atau eksim dan gejala mereka mudah diperburuk oleh produk wangi dan diperburuk oleh bahan kimia aerosol.
Bahkan orang yang tidak mempunyai riwayat alergi menjadi sensitif terhadap bahan kimia (aerosol)yang ditemukan dalam produk pembersih atau sabun mandi dan mengalami reaksi kulit, kesulitan bernapas, mual atau sakit kepala.
Dr Peter Dingle, seorang ilmuwan dan konsultan lingkungan dan toksikologi yang berbasis di Perth, Australia, mengatakan: Jika pada label deodoran terdapat kandungan aerosol, jangan gunakan pada ruang tertutup, gunakan pada ruang terbuka yang mempunyai sirkulasi udara yang lebih baik.
Meski kasusnya jarang, deodoran dapat menyebabkan sesak napas, jantung berhenti berdetak sehingga menyebabkan kematian. Jonathan Clague, seorang konsultan spesialis jantung  di RS Royal Brompton, mengatakan: “Penyebab utama kematian biasanya sesak napas, yang dikenal sebagai hipoksia. Ketika tidak sedang menghirup oksigen tetapi ada bahan kimia yang terhirup akan menyebabkan sesak napas dan jantung akan terhenti berdetak.

Sumber : dailymail.com
(bt)

About The Author

Situs Resmi Kesehatan, Gizi & Farmasi.

Number of Entries : 1904

Leave a Comment

Scroll to top