You Are Here: Home » Warta Sehat » Umum » Toksin Asap Rokok Meningkatkan Rasa Sakit Cedera Tulang Belakang

Toksin Asap Rokok Meningkatkan Rasa Sakit Cedera Tulang Belakang

Asap rokokAda sebuah neurotoksin (racun menyerang syaraf) yang disebut dengan akrolein ditemukan dalam asap tembakau yang diyakini dapat meningkatkan rasa sakitpada orang dengan cedera tulang belakang. Walau hal ini baru dicobakan pada tikus yang mengalami penumpukan jenis toksin ini (setara dengan12batang rokok).

Menurut Riyi Shi dari Purdue University’s Department of Basic Medical Sciences, College of Veterinary Medicine, and Weldon School of Biomedical Engineering, salah satu dampaknya adalah akrolein dapat memperburuk nyeri dan konsentrasinya bisa dikurangi dengan obat sejenis hydralazine yang biasanya digunakan untuk hipertensi dan sudah disetujui oleh US FDA. Pada hewan penelitian, obat ini efektif untuk mengurangi sakit dan harus dikembangkan dosis rendah untuk manusia.

Dalam penelitian ini, tikus yang terkena tingkat akrolein setara dengan 12 batang rokok perhari selama tiga minggu. Penelitian sebelumnya telah difokuskan pada akumulasi akrolein dalam sistem pernapasan, tetapi tidak dalam aliran darah dan sumsum tulang belakang. Hal ini diketahui bahwa akrolein terakumulasi dalam urin pada perokok manusia setelah bertahun-tahun merokok.

Hal ini merupakan studi pertama yang menunjukkan bahwa hewan yang terpolusi oleh rokok dalam jangka waktu tiga minggu juga dapat menyebabkan akrolein menumpuk di urin. Penumpukan akrolein juga terjadi dalam jaringan saraf tulang belakang, bagian dari sistem saraf pusat yang diketahui rentan terhadap akrolein. Para peneliti mendokumentasikan konsentrasi penanda biokimia untuk akrolein dalam urin dan sumsum tulang belakang. Temuan dipublikasikan dalam journal Neuroscience Bulletin desember 2014 ini, menunjukkan akumulasi toksin sekitar 50% lebih tinggi dari biasanya, sebagai penanda tingkat yang diketahui memiliki dampak patologis.

0518e8f73a7295189bbbdb25bb7d8a31_1Data menunjukkan bahwa akrolein diserap ke dalam sistem peredaran darahdan beberapa memasuki sistem saraf. Diharapkan temuan inidapat memfasilitasi studi lebih lanjut untuk menyelidiki peran patologis akrolein dalam sistem saraf yang dihasilkan dari asap dan sumber luar lain dalam jangka panjang dan pendek, baik perokok aktif maupun pasif. Makalah penelitian yang ditulis oleh Melissa Tully dari Purdue and the Indiana University School of Medicine serta Lingxing Zheng, Glen Acosta, Ran Tian dan Shi.

Akrolein diproduksi dalam tubuh setelah sel-sel saraf rusak. Dalam cedera tulang belakang dan multiple sklerosis, isolasi myelin yang mengelilingi sel-sel saraf hancur dan serabut saraf sendiri  rusak olehakrolein. Toksin akrolein juga ditemukan dalam polusi udara termasuk asap tembakau dan knalpot kendaraan.

Menurut Shi, sudah umum diketahu ibahwa merokok dapat meningkatkan rasa sakitbagi penderita cedera tulang belakang dan memperburuk kondisi multiple sclerosis, tetapi prosesnya masih belum diketahui. Akrolein dapat saja menjadi penyeba bkunci nyeri dan akrolein yang terhirup dapat meningkatkan multiple sclerosis dan meningkatkan rasa sakit.

Sumber : Science Daily

(ast/bt)

About The Author

Situs Resmi Kesehatan, Gizi & Farmasi.

Number of Entries : 1662

Leave a Comment

© 2012 - www.mausehat.com

Scroll to top