You Are Here: Home » Warta Sehat » Umum » Ini Yang Terjadi Jika Kecanduan Alkohol

Ini Yang Terjadi Jika Kecanduan Alkohol

pecandu alkoholPecandu alkohol memang akan merasa kesulitan jika harus berhenti untuk tidak minum sama sekali. Umumnya mereka hanya mampu bertahan beberapa minggu atau tahun. Kecanduan alkohol menyebabkan mereka mengalami masalah mental dan fisik (ringan hingga serius) ketika tidak minum lagi. Berbeda dengan mereka yang hanya minum sesekali saja tidak mengalami gangguan ini.

Alkohol memiliki efek depresif pada sistem syaraf yang memperlambat fungsi otak dan mengubah cara syaraf mengirimkan pesan bolak balik. Seiring waktu, sistem saraf pusat menyesuaikan untuk mengonsumsi alkohol sepanjang waktu. Tubuh  bekerja keras untuk menjaga otak dalam keadaan terjaga dan menjaga agar saraf dapat berkomunikasi satu sama lain. Ketika kadar alkohol terus menurun, otak tetap dalam kondisi tersebut dan akhirnya mengalami penarikan.

Gejala yang dirasa ketika mengalami hal itu adalah sakit kepala, gelisah, tangan dan tubuh gemetar, mual, muntah, berkeringat dingin, insomnia.    Masalah seriusa dapat muncul sekitar 12 sampai 24 jam ke depan, misalnya halusinasi, kejang setelah 2 hari tidak minum. Bahkan seseorang seperti dapat melihat, merasa, sesuatu yang kesannya tidak ada. Hal ini juga disebut sebagai delirium tremens, dimana halusinasi ternjadi antara 48 sampai 72 jam setelah tidak minum lagi. Hanya sekitar 5% dari peminum alkohol yang mengalami ini. Termasuk juga ada gejala lain yaitu kebingungan, detak jantung kencang, tekanan darah tinggi, demam, berkeringat dingin sangat banyak. Biasanya dokter akan menanyakan banyak gejala yang dialami seseorang peminum, riwayat minum dan bagaimana lepasnya. Jika memang sudah banyak yang dialami,maka pengobatan akan dilakukan.

Jika gejala belum mengkhawatirkan dan serius, yang diperlukan hanya penyesuaian lingkungan misalnya tempat yang sepi, nyaman, cahaya ruangan yang tidak terlalu terang, sedikit berinteraksi dengan orang, lingkungan yang positif, makanan yang bergizi. Jika tekanan darah , detak jantung dan suhu tubuh naik, atau gejala menjadi halusinasi dan kejang, maka dokter akan memberikan obat.

Obat yang dapat diminum misalnya benzodiazepin untuk membantu mengatasi anxiety/kecemasan, susah tidur/insomnia dan kejang. Dapat juga minum obat anti kejang dan anti psikotik bersamaan dengan obat lain. Jika sudah sampai pada ketergantungan alkohol berat, maka terapi multak diperlukan.

Sumber : webmd

(ast/bt)

About The Author

Situs Resmi Kesehatan, Gizi & Farmasi.

Number of Entries : 1771

Leave a Comment

© 2012 - www.mausehat.com

Scroll to top