You Are Here: Home » Warta Sehat » Umum » Biang Kerok Keracunan Makanan

Biang Kerok Keracunan Makanan

keracunan makananBerita tentang keracunan makanan sering kali kita dengar dan lihat di media televisi atau radio. Umumnya keracunan berasal dari sebuah pesta.

Apa sih penyebab keracunan?

Kuman berupa bakteri, virus dan parasit adalah penyebab paling umum terjadinya keracunan. Gejala umumnya berupa mual, muntah dan diare. Reaksi gejala bisa terjadi setelah beberapa jam makan atau bahkan beberapa hari atau satu minggu kemudian. Namun, pada kasus keracunan yang gejalanya muncul setelah sekian lama, menjadi pertanyaan bagi ahli kesehatan, apakah penyebabnya dari makanan atau minuman. Setiap kasus keracunan pada dasarnya berbeda pada setiap orang. Ada yang makan sedikit langsung muncul reaksi namun ada juga yang makan banyak tapi tidak memunculkan reaksi.

Keracunan makanan sangat berbahaya pada kelompok rentan seperti bayi dan balita, wanita hamil, lansia atau orang dengan daya tahan rendah. Makanan dan minuman manapun dapat menjadi agen penyebab racun berkembang. Hanya, beberapa makanan dapat menjadi biang kerok, seperti telur mentah atau setengah matang, susu tidak dipasteurisasi, keju lunak, daging atau makanan laut mentah dan setengah matang. Satu butir telur yang terkontaminasi mikroorganisme dan digunakan sebagai bahan makanan dalam jumlah yang besar, akan mempengaruhi seluruh makanan yang dimasak.

Musim panas dapat menjadi percepatan perkembangan racun. Suhu 90 derajat dalam waktu satu jam membuat makanan cepat rusak. Begitu juga misalnya ketika kita simpan makanan dalam wadah makanan saat dalam perjalanan.

Mikroorganisme biang kerok terjadinya keracunan sebagian besar ada 4 jenis:

  1. Norovirus. Disebut dengan flu lambung. Virus ini bukan cuma ada di makanan tapi juga di gagang pintu, yang permukaannya dipegang oleh orang yang terinfeksi. Gejala keracunan akan muncul antara 12 hingga 48 jam dan bertahan antara 1 hingga 3 hari. Jika sudah ada kejadian seperti ini, seluruh dapur harus disterilkan.
  2. Salmonella, golongan bakteri. Paling banyak ditemukan pada telur dan daging mentah atau setengah matang atau susu dan keju yang tidak dipasteurisasi. Selain itu juga ditemukan pada melon dan kecambah. Gejala terjadi antara 1 hingga 3 hari bahkan seminggu.
  3. Clostridium perfringens golongan bakteri yang sering menyebabkan keracunan makanan pada skala yang besar seperti dalam sebuah pesta. Proses pemasakan memang mampu membunuh bakteri, namun tidak spora nya. Sisa makanan yang dipanaskan bisa menumbuhkan kuman baru. Sumbernya bisa dari daging sapi, ayam atau saus. Gejalanya kram perut dan diare berat dalam 6-24 jam dan biasanya merasa lebih baik dalam beberapa hari.
  4. Campylobacter berasal dari daging unggas yang kurang matang, susu yang tidak dipasteurisasi, dan terkadang air yang terkontaminasi. Gejala berkembang dalam 2 sampai 5 hari. Gejala mereda dan merasa lebih baik antara 2-10 hari kemudian. Tak jarang menimbulkan gejala serius seperti diare berdarah.

Dalam beberapa kasus, bakteri ini menyebabkan kesakitan yang sangat dan bahkan kematian:

  1. E.coli, golongan bakteri yang hidup pada usus  hewan. Bisa didapat dari daging sapi yang belum dimasak, susu yang tidak dipasteurisasi, kecambah, makanan atau cairan apa pun yang pernah kontak dengan kotoran hewan atau kotoran manusia. Beberapa strain tidak berbahaya, namun strain yang lain mampu meningkatkan tingkat keparahan penyakit.
  2. Listeria, bakteri yang dapat tumbuh di suhu dingin seperti di kulkas. Diitemukan pada ikan asap, keju mentah (tidak dipasteurisasi), es krim, pate, hot dog dan daging deli. Wanita hamil dan orang yang mempunyai daya tahan tubuh rendah, bisa memunculkan rasa sakit karena infeksi ringan listeria dalam sehari. Orang lain dengan infeksi listeria yang lebih serius yang disebut listeriosis mungkin tidak menunjukkan gejala selama seminggu atau bahkan beberapa bulan. Selain diare dan muntah, listeria dapat menyebabkan gejala yang tidak biasa, termasuk kelemahan, kebingungan dan leher kaku. Listeria juga bisa mematikan. Penanganan dengan antibiotik.

Intinya, jika mengalami gejala keracunan lekas pergi ke rumah sakit, jangan tunggu parah. Olah makanan secara higienis, mulai dari persiapan sampai menghidangkan.

Sumber : webmd

(ast/bt)

About The Author

Situs Resmi Kesehatan, Gizi & Farmasi.

Number of Entries : 1741

Leave a Comment

© 2012 - www.mausehat.com

Scroll to top