You Are Here: Home » Warta Sehat » Umum » Bagaimana paru-paru tetap sehat

Bagaimana paru-paru tetap sehat

paru-paruParu-paru, salah satu organ penting tubuh kita ini sering lalai dijaga kesehatannya. Umumnya hanya berfokus pada kesehatan jantung, liver dan ginjal. Jangan anggap enteng kesehatan paru-paru. Seorang dokter ahli pulmonologi (ahli paru) Patricia Finn, M.D memberikan beberapa saran untuk menjaga kesehatan paru-paru kita.

  1. Mengobati tuntas masalah paru-paru.

Menurut Michael Niederman M.D, infeksi paru bisa saja berkembang menjadi komplikasi penyakit kronis lainnya. Pada orang yang mengalami gagal jantung kongesif (jantung membengkak dan sulit memompa darah) mengakibatkan penumpukan cairan di paru, sehingga meningkatkan resiko pneumonia. Jika diabetes tidak terkontrol juga akan menurunkan daya tahan tubuh, meningkatkan resiko infeksi paru.

  1. Tidak merokok.

Merokok menjadi penyebab utama penyakit COPD atau kerusakan paru kronis. Toksin dan bahan penyebab kanker masuk ke dalam saluran paru-paru dan kantung udara (alveoli). Merokok merusak sistem pertahanan paru.

  1. Bersihkan tangan.

Menutup saat batuk dan bersin merupakan cara pencegahan penularan flu yang baik. Sebab pneumonia bisa menjadi komplikasi tambahan dengan banyaknya penyebaran flu. Cara lain mencegah penularan adalah dengan mencuci tangan, menghindari kontak dengan penderita infeksi pernafasan. Siapa pun bisa terkena pneumonia, namun kelompok usia dewasa dan anak-anak yang menderita asma dan OCPD mempunyai risiko tinggi tertular.

  1. Vaksin flu.

Pada saatnya, vaksin diperlukan untuk mencegah terjadinya flu berat atau pneumonia karena flu. Di Amerika, setiap tahun, orang dewasa diwajibkan untuk vaksin flu. CDC merekomendasikan dua vaksin , yaitu vaksin konjugasi pneumokokus (PCV13 atau Prevnar 13) dan vaksin polisakarida pneumokokus (PPSV23 atau Pneumovax) untuk dewasa diatas usia 65 tahun yang memiliki kekebalan tubuh rendah. PPSV23 juga dianjurkan untuk orang dewasa dengan rentang usia 19 – 64 tahun, perokok atau penderita asma.

  1. Konsumsi makanan gizi.

Diet/pola makan kaya buah dan sayuran baik bagi jantung, usus dan membantu mencegah penyakit paru-paru kronis. Studi penelitian di Swedia terhadap mantan perokok banyak makan buah dan sayur memiliki resiko lebih rendah terkena COPD (penyakit paru obstruktif kronis). Baru-baru ini, sebuah penelitian besar di Jepang menunjukkan bahwa sayuran cruciferous dapat mengurangi risiko kanker paru pada non-perokok. (Namun pada sisi lain, seorang perokok atau mantan perokok, tidak mendapatkan manfaat yang baik dari beta-karoten. Sebuah penelitian menghubungkan antara suplemen beta-karoten dengan risiko kanker yang lebih tinggi pada perokok/mantan perokok).

  1. Olah raga (jalan kaki)

Olahraga 150 menit/minggu ritme sedang, dan 75 menit/minggu dengan ritme cepat. Contohnya bersepeda, berkebun, jalan kaki cepat, berlari. Saat berolahraga, paru-paru bekerja meningkatkan pasokan oksigen ke tubuh untuk energi dan mengeluarkan karbondioksida. Lalu jantung akan mengedarkan oksigen ke otot. Pada awalnya mungkin berolahraga akan membuat terengah-engah, namun lama kelamaan tubuh akan menyesuaikan dengan efisien, terutama bagi orang dengan masalah paru.

  1. Lakukan yoga.

Dr Finn mengatakan, yoga sederhana dengan fokus peregangan dan pengaturan nafas sangat membantu meningkatkan fungsi dan kapasitas paru. Pasien yang terkena COPD akan meningkat kapasitas paru nya setelah dua bulan yoga, dibandingkan yang terapi COPD biasa. Uji kontrol secara acak juga menyebutkan yoga dapat membantu memperbaiki kualitas hidup penderita asma.

  1. Melatih pernafasan.

Latihan pernafasan dapat membantu meningkatkan kapasitas paru. Latihan nafas setiap hari, agar kesehatan paru terjaga.

  1. Hindari asap dan polutan berbahaya.

Polutan masuk ke dalam paru, memicu terjadinya reaksi inflamasi, menghirup racun dapat menghancurkan jaringan paru. Hindari beberapa polutan yang dapat kita hindari, misalnya : berbasis minyak, fiberglass, pestisida, bahan kimia rumah tangga, kompor gas, lilin wangi dan perapian juga bisa menjadi sumber pencemaran udara dalam ruangan.

  1. Bermain bumbu.

Walau manfaat rempah bagi pernafasan baru dilakukan pada tikus atau hewan percobaan lain, tidak ada salahnya juga menaruh rempah yang cukup dalam masakan. Namun, beberapa penelitian menyarankan curcumin, pigmen kuning ditemukan dalam kaldu, dan capsaicin, ramuan yang memberi cabai panasnya, dapat menghambat pertumbuhan tumor pada kanker paru-paru. Dalam penelitian lain, kurkumin telah terbukti memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat bermanfaat bagi penderita asma.

  1. Jaga kebersihan.

Tungau debu, bulu hewan peliharaan dan jamur: Jika ada di dalam rumah, mereka dapat memicu alergi dan asma atau memperburuk gejala pernafasan. Bersihkan rumah dengan baik, gunakan alat misalnya penyedot debu.

  1. Makan kacang.

Mengonsumsi segenggam kacang dalam sehari, dapat mengurangi risiko kematian akibat penyakit pernafasan hingga setengahnya. Itu menurut analisis besar studi tentang konsumsi kacang. (Ini juga menunjukkan penurunan yang signifikan pada penyakit jantung dan keseluruhan risiko kanker). Kacang kaya akan vitamin E, yang mengurangi oksidasi dan peradangan sel dalam tubuh. Tentu saja, orang-orang dengan alergi kacang harus memilih alternatif anti-inflamasi, seperti minyak zaitun dan ikan berlemak.

Sumber : health.com

(Ast/bt)

 

 

About The Author

Situs Resmi Kesehatan, Gizi & Farmasi.

Number of Entries : 1771

Leave a Comment

© 2012 - www.mausehat.com

Scroll to top