You Are Here: Home » Warta Sehat » Umum » Apakah diet detoks benar- benar efektif?

Apakah diet detoks benar- benar efektif?

detox-diet@688pxAda banyak program diet yang dikenal dan diikuti banyak orang. Salah satunya yang cukup trend saat ini adalah diet detoks. Diet detoks bertujuan untuk mebersihkan darah dari racun/toksin dalam tubuh. Detoks ini dilakukan dalam jangka pendek. Umumnya diet detoks dilakukan dengan berpuasa selama beberapa waktu, lalu diet ketat dengan hanya makan buah, sayuran, jus buah dan air. Terkadang detoks juga mencakup suplemen atau ramuan herbal, teh dan enema.

Diet ini diklaim dapat menginstirahatkan organ dengan berpuasa sejenak; merangsang liver untuk menyingkirkan racun keluar tubuh; meningkatkan pembuangan toksin lewat urin, kotoran dan keringat; memperbaiki sirkulasi darah, mempersiapkan tubuh untuk penyerapan nutrisi lebih baik; termasuk diklaim dapat membantu berbagai masalah kesehatan misalnya obesitas,  masalah pencernaan, penyakit autoimun, pembengkakan, alergi, kembung dan kelelahan kronis. Kelemahan diet ini adalah kurangnya bukti analisis ilmiah.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk detoks mulai dari puasa total, konsumsi jus dan kombinasi makanan. Secara umum, penganut ini menggunakan beberapa cara:

  1. Puasa 1-3 hari.
  2. Minum jus buah dan sayuran segar, smoothies, air dan teh.
  3. Minum hanya cairan tertentu misalnya air asin atau lemon.
  4. Menghilangkan makanan tinggi logam berat, kontaminan dan alergen
  5. Minum suplemen atau herbal
  6. Menghindari semua makanan alergi, kemudian mencoba lagi.
  7. Menggunakan obat pencahar untuk usus atau enema kopi.
  8. Berolahraga dengan teratur
  9. Stop minuman alkohol, kopi dan gula olahan
  10. Diet detoks bervariasi intensitas dan durasinya

Sebenarnya tidak ada bukti ilmiah untuk racun mana yang akan dibuang dalam penerapan diet detoks. Tubuh  sebenarnya sangat mampu membersihkan dirinya sendiri, melalui liver, kotoran, air kencing dan keringat. Liver membuat zat beracun menjadi tidak berbahaya kemudian akan dibuang keluar tubuh. Beberapa bahan kimia yang sulit keluar tubuh yaitu polutan organik yang persisten, pthalate, bisphenol A (BPA) dan logam berat. Mereka cenderung menumpuk di lapisan lemak dan darah dalam waktu lama, sampai bertahun-tahun. Masih sedikit bukti menyatakan kalau diet detoks dapat mengeluarkan semua toksin.

Jika melihat hasilnya, beberapa orang merasa lebih fokus dan enerjik selama dan setelah diet detoks. Namun menurut analisis ilmiah, hal ini terjadi karena menghilangkan makanan siap saji, olahan, alkohol dan banyak zat lain yang tidak bagus dalam makanan. Juga tubuh mendapatkan vitamin dan mineral yang sebelumnya tidak ada. Beberapa hal dilaporkan misalnya merasa kondisi tidak sehat selama detoks. Ada beberapa bukti dari penelitian hewan yang menunjukkan ketumbar, Chlorella, dan beberapa jenis asam buah dan pektin dapat membantu menghilangkan logam beracun dan polutan organik.

Masih sedikit penelitian ilmiah yang menyatakan bahwa diet detoks dan diet  penurunan berat badan yang membuang toksin efektif menurunkan berat badan. Beberapa orang kehilangan berat badan dengan cepat disebabkan karena kehilangan cadangan air, karbohidrat, bukan lemak. Berat badan model seperti ini dapat kembali seperti semula ketika pola makan kembali normal.

Jika diet detoks melibatkan pembatasan kalori yang parah, maka pasti akan menyebabkan penurunan berat badan dan perbaikan kesehatan metabolik. Namun jika pola hidup jangka panjang dikeseharian tidak berubah, program tidak akan berhasil. Diet ketat selama 3 minggu pengurangan karbo dapat meningkatkan kadar hormon stress. Selain itu juga dapat menciptakan craving (rasa kelaparan, kekurangan dan ketagihan).

Namun begitu, ada aspek bermanfaat yang bisa didapat dengan melakukan detoks ini, yaitu menghindari menumpuknya logam berat dan polutan yang sulit dikeluarkan; menghilangkan racun dengan adanya lemak yang berlebihan dalam tubuh; meningkatkan kebiasaan berolahraga dan berkeringat dengan teratur; dapat mengkonsumsi makanan utuh, bergizi dan sehat; menghindari makanan olahan; minum air putih dan teh hijau; membatasi stres dan tidur nyenyak.

Jika dilakukan dengan puasa, sebaiknya didiskusikan dulu dengan ahli kesehatan. Puasa jangka pendek dan asupan kalori terbatas menyebabkan kelelahan, mudah tersinggung dan bau mulut. Puasa jangka panjang menyebabkan kekurangan energi, vitamin dan mineral, serta ketidakseimbangan elektrolit dan bahkan kematian. Overdosis beberapa diet detoks dapat menimbulkan risiko overdosis pada suplemen, obat pencahar, diuretik dan bahkan air. Orang yang sebaiknya tidak melakukan diet ini adalah anak-anak, remaja, orang tua, wanita kurang gizi, hamil atau menyusui dan orang-orang yang memiliki masalah gula darah atau kondisi medis, seperti diabetes atau gangguan makan.

Sumber : healthline.com

(ast/bt)

 

About The Author

Situs Resmi Kesehatan, Gizi & Farmasi.

Number of Entries : 1823

Leave a Comment

© 2012 - www.mausehat.com

Scroll to top