You Are Here: Home » Warta Sehat » Umum » Amankah Menggunakan Kembali Botol Minum Plastik?

Amankah Menggunakan Kembali Botol Minum Plastik?

2014-08-29-what-you-need-know-before-you-reuse-plastic-water-bottle-inlineEra modern mampu membuat segala hal menjadi lebih simple dan praktis. Tidak hanya pada produk-produk digital, namun produk kuliner pun juga terjadi hal yang sama. Jika dulu menggunakan gelas untuk tempat minum, kini tersedia air minum kemasan dalam bentuk botol.

Go green dan penghematan sumber daya membuat orang ramai menggunakan apa saja yang bisa dipakai ulang, termasuk juga botol kemasan air minum. Saking inisiatifnya, botol air minum kemasan yang kita beli diisi lagi untuk selanjutnya diminum berkali-kali. Sebaiknya jika ingin cermat dan hemat, hal ini tidak perlu dilakukan, karena ada beberapa pertimbangan yang menjadi alasan, diantaranya:

  1. Sebelum digunakan, botol harus dicuci terlebih dahulu dengan sabun agar tidak meninggalkan kuman disekitar mulut botol. Dan yang paling penting adalah jangan mencuci botol dengan air panas karena akan mengkerut dan terjadi perubahan struktur plastik botol tersebut.

  2. Plastik tidak bersifat statik. Bahaya menggunakan plastik botol minum daur ulang resikonya dua kali lipat: struktur plastik mudah berubah seiring pemakaian dan potensial masuknya bahan kimia terlarut dalam air. Suhu (terutama panas) dan frekuensi penggunaan botol penyebab plastik botol daur ulang mudah terurai. Satu komponen plastik yaitu BPA (Bisphenol A) yang dikenal sebagai pengganggu endokrin. Terutama bagi anak-anak, hal ini tidak disarankan karena cenderung lupa cusi tangan setelah bermain sehingga banyak bakteri di seputar mulut botol.

  3. imagesPastikan membeli air kemasan yang sehat dan bukan diisi dengan air masak dari kran/PAM. Jika terkena sinar matahari maka kandungan mineral di dalamnya akan mudah berubah. Sebuah studi di Amerika Serikat pada beberapa merk air kemasan dari sumber air masak dari pam/kran yang ditelusuri oleh the National Resources Defense Council mengungkapkan bahwa air kemasan tersebut juga dapat mengandung toluena , o-xylene, arsenik, bakteri, fluoride, dan phatalates. Beberapa botol air mineral juga bisa mengandung kontaminan bakteri, bahan kimia organik sintetis (seperti pelarut industri, bahan kimia plastik atau trihalomethanes/produk reaksi kimia antara klorin dan bahan organik dalam air) atau anorganik kontaminan (misal arsenik).

  4. Tidak ada 100% botol minum daur ulang yang tidak mengandung bahan pencuci. Sebuah riset yang dipublikasikan di tahun 2011 dalam the Environmental Health Perspectives journal menemukan bahwa 72% botol dan produk dari plastik mengandung pencuci estrogen sintesis. Dan setiap jenis plastik yang biasa digunakan dalam kemasan makanan (polypropylene dan polystyrene) diuji positif dalam beberapa kasus dan semua jenis plastik bisa terpapar. Studi dari University of Alberta di Kanada menyatakan bocornya propilen walau dalam laboratorium dapat merusak fungsi protein otak.

Dengan penjelasan ini, ada baiknya para ahli menyarankan untuk meminum lebih baik dari botol kaca daripada plastik karena tidak mengalami proses kimia pencucian/leaching.

Sumber : Daily Health Post

(ast/bt)

About The Author

Situs Resmi Kesehatan, Gizi & Farmasi.

Number of Entries : 1660

Leave a Comment

© 2012 - www.mausehat.com

Scroll to top